get app
inews
Aa Text
Read Next : Baim Wong Bikin Penonton Berurai Air Mata, Film Semua Akan Baik-Baik Saja Kuras Emosi

Selamatkan Film Indonesia, YPPHUI Teken Kesepakatan Gerakan Nasional Pengarsipan Film

Jum'at, 17 April 2026 | 13:41 WIB
header img
Film menyimpan rekam jejak peradaban. sehingga perlu dilestarikan. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsBekasi.id - Film kerap dianggap sebagai sarana hiburan semata. Padahal, di balik visual dan cerita yang disajikan, film sejatinya menyimpan peran yang jauh lebih besar, yakni sebagai rekam jejak peradaban dan ekspresi budaya suatu bangsa sehingga dibutuhkan kesadaran untuk menjaga dan melestarikan film-film Indonesia sebagai warisan budaya nasional.

Dalam upaya menjaga warisan budaya bangsa melalui film, Sinematek Indonesia memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pelestarian arsip film nasional. Dengan sejarah panjang dalam dunia perfilman, Sinematek telah menjadi rumah bagi ribuan karya sinema Indonesia yang merekam perjalanan sosial, budaya hingga identitas bangsa dari masa ke masa.  

Langkah ini diperkuat dengan dilaksanakannya penandatanganan nota kesepahaman Gerakan Penyelamatan Pengarsipan Film Nasional di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta pada Kamis (16/4/2026). Acara dihadiri Dr. Uri Tadmor dari De Gruyter Brill (Belanda) dan Orlando Bassi dari Restorasi Film Lab DFD Movie Studio Bali, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) Fauzan Zidni, Sekretaris YPPHUI Heidy Hemia, Kepala Sinematek Indonesia Farry Hanief dan Kepala Perpustakaan Perfilman Maya Sutanti.

Ketua Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail (PPHUI) Sonny Pudjisasono mengatakan bahwa film tidak boleh lagi dipandang hanya sebagai hiburan semata, melainkan sebagai bagian penting dari artefak budaya.

“Budaya tidak boleh dilupakan. Salah satu aspek penting adalah pengarsipan, karena di situlah ingatan kolektif bangsa disimpan. Ada dua hal yang perlu kita pahami bersama, yakni aspek hukum dan kearsipan. Keduanya sangat penting untuk menjaga dan mengembalikan memori bangsa kepada masyarakat,” kata Sonny.

Lebih lanjut, Sonny mengatakan kerja sama ini menjadi momentum penting kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga memori kolektif bangsa dan bukan sekadar kewajiban, tetapi menjadi ruang ekspresi bagi para kreator.

“Film adalah medium suara masyarakat tempat mereka bercerita, menyampaikan harapan, dan merekam perjalanan bangsa,” ujar dia.

Sementara, Direktur Film Musik dan Seni Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Irini Dewi Wanti mengatakan pentingnya penyelamatan film sebagai bagian dari jejak sejarah nasional.

“Pengarsipan dan penyelamatan film sangat penting untuk menjaga sejarah dan kebudayaan kita. Film adalah alat penjaga kebudayaan untuk masa depan. Digitalisasi memang penting, tetapi prosesnya sangat cepat. Sementara itu, pelestarian film analog tetap diperlukan agar kualitas dan keaslian karya dapat terjaga,” ucap Irini.

Editor : Tedy Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut