Skandal Pupuk Palsu Rugikan Petani Rp3,3 Triliun, Sahroni Minta Polisi Tangkap Otak Utama
JAKARTA, iNewsBekasi.id – Pemerintah melalui Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan komitmennya untuk menindak tegas peredaran pupuk palsu yang merugikan petani di seluruh Indonesia.
Kasus ini mencuat setelah ditemukan pupuk yang tidak mengandung unsur hara penting seperti nitrogen, kalium, dan fosfat. Produk tersebut bahkan diibaratkan hanya seperti menjual tanah biasa tanpa manfaat bagi tanaman.
Menurut Amran, aparat telah menetapkan sejumlah pelaku sebagai tersangka dalam kasus ini. Total kerugian yang dialami petani ditaksir mencapai Rp3,3 triliun.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas Polri bersama Kementerian Pertanian dalam mengusut kasus ini hingga tuntas.
“Saya miris sekali ketika membaca data tentang banyaknya pupuk palsu beredar dari Satgas Pangan Polri dan Kementan. Kerugiannya juga tidak main-main, mencapai Rp3,3 Triliun. Ini benar-benar kejahatan serius karena tidak hanya merugikan petani, tapi juga berbahaya bagi pangan kita. Karenanya, saya minta polisi agar menindak tegas para tersangka yang jumlahnya mencapai 70 orangan itu,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Editor: Wahab Firmansyah