Jambore Linmas 2026 Digelar, Satlinmas Dipersiapkan Jadi Garda Terdepan di Situasi Darurat
JAKARTA, iNewsBekasi.id- Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil), Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sebagai ujung tombak dalam mendukung ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Jambore Linmas pertama bertema “Kolaborasi Jaga Negeri” yang digelar di Jakabaring Sport City pada 28–29 April 2026.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA, menegaskan bahwa jambore ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas, soliditas, dan profesionalisme anggota Satlinmas di seluruh Indonesia.
Menurut Safrizal, keberadaan Satlinmas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan di tingkat desa dan kelurahan.
“Peran Satlinmas mungkin terlihat kecil, tetapi jangan salah, kecil-kecil cabe rawit. Mereka memiliki kontribusi nyata dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat,” ujar Safrizal keterangannya pada Rabu (29/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, pukul kentongan diangkat sebagai simbol kesukarelawanan masyarakat. Simbol ini merepresentasikan semangat gotong royong warga dalam menjaga keamanan lingkungan secara mandiri, sekaligus menjadi penanda kewaspadaan kolektif terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Safrizal menjelaskan, Jambore Linmas juga menjadi wadah strategis untuk mempererat jejaring antardaerah sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dan pengetahuan antaranggota Linmas dari seluruh Indonesia.
“Walaupun berasal dari kabupaten dan provinsi yang berbeda, kita bisa saling bertukar pengalaman, pengetahuan, maupun informasi. Sehingga kita bisa mengembangkan kemampuan Linmas di seluruh Indonesia secara terus menerus,” jelasnya.
Sebagai organisasi berbasis pengabdian dan partisipasi masyarakat, Satlinmas dinilai memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Tidak hanya menjaga ketertiban umum, Linmas juga dituntut aktif dalam mendukung berbagai agenda sosial, kebencanaan, hingga pengamanan kegiatan strategis nasional.
Safrizal turut menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur Linmas, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat seperti kebakaran maupun bencana alam. Menurutnya, anggota Linmas perlu dibekali kemampuan dasar penanganan situasi darurat agar mampu bertindak cepat dan tepat di lapangan.
“Mereka harus mampu mengarahkan masyarakat saat evakuasi, memberikan pertolongan pertama, mencegah potensi kebakaran, hingga membantu pemadaman api dalam skala ringan. Selain itu, Linmas juga terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk pengamanan pemilihan umum, serta berperan dalam kesiapsiagaan pertahanan pada kondisi darurat dan situasi tertentu,” ungkapnya.
Ditjen Bina Adwil, lanjut Safrizal, berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan penguatan kelembagaan Satlinmas di seluruh Indonesia agar semakin adaptif terhadap tantangan keamanan dan sosial kemasyarakatan.
“Kita terus berdoa, kita tidak diam, dan kita akan terus melakukan perbaikan di sana sini,” imbuh Safrizal.
Melalui Jambore Linmas perdana 2026, Kemendagri berharap lahir semangat baru untuk memperkuat Satlinmas sebagai pilar penting dalam sistem keamanan berbasis masyarakat. “Kita gelorakan Satlinmas berdaya, Indonesia terjaga,” pungkasnya.
Editor : Wahab Firmansyah