Ditjen Bina Adwil Matangkan Smart City Indonesia Sesuai Karakter Daerah Jelang ASCN 2026
JAKARTA, iNewsBekasi.id – Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri terus mematangkan persiapan Indonesia menjelang pelaksanaan The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting yang akan berlangsung di Cebu, Filipina, pada Juli 2026.
Penguatan koordinasi nasional dilakukan melalui rapat koordinasi persiapan keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional tersebut. Dalam kesempatan itu, Ditjen Bina Adwil menegaskan bahwa pengembangan smart city di Indonesia harus disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, dan potensi masing-masing daerah.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA, yang diwakili Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Ditjen Bina Adwil Kemendagri, Amran, menyampaikan hal tersebut saat membacakan keynote speech dalam rapat koordinasi persiapan menghadiri The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting 2026.
Menurut Amran, konsep kota cerdas tidak bisa disamakan antarwilayah karena setiap daerah memiliki tantangan, kondisi sosial, hingga karakteristik yang berbeda.
“Smart city bukan soal menyeragamkan teknologi, tetapi bagaimana inovasi yang dibangun mampu menjawab kebutuhan masyarakat sesuai konteks daerah masing-masing,” ujar Amran dalam keterangannya pada Kamis (14/5/2026).
Ia menambahkan, pendekatan pengembangan smart city berbasis kebutuhan lokal menjadi kunci agar inovasi digital benar-benar berdampak terhadap pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Editor: Wahab Firmansyah