Kisah Penjual Kerupuk Berangkat Haji setelah Berjuang 14 Tahun, Nabung Rp10 Ribu per Hari
BANTUL, iNewsBekasi.id – Perjalanan hidup penuh perjuangan ditunjukkan Muhammad Ali Murtadho, pedagang kerupuk keliling asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akhirnya berbuah manis. Dia berhasil mewujudkan mimpinya berangkat ibadah haji setelah menanti selama 14 tahun.
Sejak mendaftar pada 2012, Ali mendapat panggilan ke Tanah Suci untuk menyempurnakan rukun Islam kelima. Keberhasilan Ali merupakan buah dari kesabaran dan konsistensi yang luar biasa di tengah keterbatasan ekonomi.
Sehari-hari, Ali menggantungkan hidupnya dengan berjualan kerupuk keliling serta menitipkan dagangannya di berbagai warung dan pasar. Penghasilan yang ia peroleh pun tergolong minim dan tidak menentu, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp25.000 per hari.
Namun, Ali tetap teguh menyisihkan sebagian kecil pendapatannya tersebut untuk ditabung di celengan khusus haji. Baginya, sekecil apa pun tabungan yang terkumpul adalah langkah nyata menuju panggilan Allah SWT.
Perjalanan Ali menuju Tanah Suci tidaklah mulus. Pada tahun 2020, ia diuji dengan penyakit diabetes yang cukup parah hingga mengharuskannya menjalani tindakan amputasi. Kondisi fisik yang tidak lagi utuh ini sempat membuatnya merasa khawatir dan berkecil hati tidak dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji.
Tahun 2026 menjadi tahun yang paling membahagiakan bagi Ali. Doa-doa yang dipanjatkannya selama belasan tahun akhirnya terkabul. Ali dipastikan berangkat ke Tanah Suci bersama sang istri, sosok yang selama ini setia membantu dan mendukung usaha kerupuknya di rumah.
Kisah Muhammad Ali Murtadho menjadi bukti nyata bahwa panggilan ke Tanah Suci bukan hanya milik mereka yang kaya secara materi, melainkan bagi mereka yang terus berikhtiar dengan istikamah dan berserah diri sepenuhnya kepada Sang Pencipta.
Editor : Tedy Ahmad