Kronologi Kematian dr Myta yang Memilukan, Masih Kerja meski Diinfus
BEKASI, iNewsBekasi.id - Kronologi kematian dr Myta akhirnya diungkap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dari hasil investigasi di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.
Dari hasil investigasi, dr Myta sempat mengeluhkan sakit kepada sesama rekan internship hingga meminta bertukar jadwal jaga karena kondisinya semakin memburuk.
Dalam pemaparan investigasi, Kemenkes turut memutar empat voice note atau catatan suara yang dikirimkan almarhumah kepada rekan sesama dokter internship. Salah satu voice note berisi keluhan pilek dan demam panas yang dirasakan dr Myta sejak beberapa hari sebelum kondisinya memburuk.
“Kok keliatan sakit nian gitu, iya bang Myta pilek demam panas nih, silau ndak bisa buka mata,” demikian penggalan isi voice note tersebut.
Plt Dirjen Inspektorat Kementerian Kesehatan Rudi Supriatna Nata Saputra mengatakan, keluhan batuk, pilek dan demam mulai disampaikan dr Myta kepada rekannya pada 1 April 2026. Menurutnya, kondisi sakit tersebut sebenarnya sudah muncul sejak 26 Maret dan sempat ditangani dengan pengobatan mandiri.
“Jadi dokter Myta sudah sakit semenjak tanggal 31 Maret. Jadi dokter Myta ini menyampaikan keluhannya ke dokter M yang merupakan rekan isip (internship) di tanggal 1 April,” kata Rudi.
Rudi menjelaskan, pada 11 April 2026 dr. Myta masih menjalani tugas jaga pagi di IGD meski dalam kondisi batuk, pilek dan demam. Dia juga sempat mendapat obat dari dokter IGD pada 11 hingga 12 April 2026.
Puncaknya terjadi pada 13 April 2026 yang bertepatan dengan hari ulang tahun dr Myta. Saat itu, almarhumah diketahui menjalani pemasangan infus usai menyelesaikan tugas jaga malam di IGD.
“Nah, berikutnya di tanggal 11 ini dokter MAA masih jaga pagi di IGD dengan kondisi masih batuk pilek demam. Diberikan obat oleh dokter IGD demikianpun di tanggal 12. Nah, di tanggal 13 April di mana 13 April ini hari ulang tahun dari dokter MAA. Jadi, dia mendapatkan infus Pasca Jaga Malam. Kemudian di UGD dia mendapatkan infus dipasang infus,” ujar Rudi.
Kemenkes juga memperlihatkan video saat dr. Myta merayakan ulang tahunnya dengan memotong tumpeng dalam kondisi tangan sudah terpasang selang infus. Momen tersebut menjadi perhatian karena almarhumah tetap menjalani aktivitas di tengah kondisi kesehatannya yang menurun.
Tak hanya itu, pada 15 April 2026 dr. Myta kembali mengirim voice note kepada rekan internship lain untuk meminta pergantian jadwal jaga. Dalam rekaman suara tersebut, dr. Myta terdengar berbicara pelan karena mengalami sesak napas.
“Asti… aku… aku mau minta tolong. Jadi kalau di jadwal kan Asti ini ya apa libur. Aku mau minta tolong gantiin jadwal aku yang pagi ini. Kalau misalnya Kamu bisa, hari ini aja,” demikian isi voice note tersebut.
Rudi mengatakan, rekan internship yang diminta menggantikan jadwal jaga akhirnya bersedia membantu dr. Myta. “Ya, selanjutnya berdasarkan informasi keterangan dari rekannya, dokter A ini bersedia menggantikan dokter MAA untuk jaga di IGD,” katanya.
Editor : Tedy Ahmad