Isak Tangis Pecah saat Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, 7 Meninggal
BEKASI, iNewsBekasi.id - Suasana haru menyelimuti proses identifikasi korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. Isak tangis pecah di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi saat rekan kerja dan keluarga korban mengetahui kabar duka tersebut.
Momen memilukan terjadi saat petugas memperlihatkan foto korban di ruang pemulasaraan jenazah. Seketika, reaksi emosional tak terbendung. Sejumlah rekan korban tampak histeris, sebagian lainnya saling berpelukan untuk menguatkan di tengah suasana duka yang mendalam.
Di ruangan yang sama, sejumlah anggota keluarga korban juga mulai berdatangan. Hingga saat ini, petugas baru memperlihatkan foto korban dan belum memperkenalkan rekan kerja maupun keluarga untuk melihat langsung kondisi jenazah.
Saat jenazah dikenali melalui foto, tangis keluarga kembali tak terbendung. Isak tangis pun tak terbendung di dalam ruangan.
Salah satu korban diketahui sebagai guru sekaligus bendahara di SDN Pulogebang 11, Jakarta Timur. Korban bernama Nurlela.
"Korban guru sekaligus bendahara sekolah, di SDN Pulogebang 11. Namanya ibu Nurlela," kata Endah, penjaga SDN Pulogebang 11, Senin (27/4/2026).
Endah mengatakan saat kecelakaan terjadi, pihak kepala sekolah langsung meminta rekan kerja dan keluarga untuk mencari tahu keberadaan korban. Karena tak kunjung mendapat kabar, mereka kemudian berpencar mendatangi lokasi kejadian.
"Itu rekan kerjanya, keluarganya masih di sana, kita nyebar ceritanya ini, nyari tahu," ucap dia.
Sementara, Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin mengatakan tujuh orang meninggal dunia akibat insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Sedangkan, 81 orang mengalami luka-luka.
Menurut Bobby, saat ini masih ada tiga orang yang terperangkap di dalam kereta.
“Saya mengupdate jumlah korban yang terjadi kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang. Dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang. Dan yang ada masih terperangkap itu sekitar 3 orang, yang terperangkap di dalam kereta,” ucap Bobby saat Konferensi Pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Editor : Tedy Ahmad