Festival Kebangsaan 2026, Once Mekel hingga Slank Hidupkan Semangat Nasionalisme di Kampus
SURABAYA, iNewsBekasi.id — Sejumlah musisi akan memeriahkan Festival Kebangsaan Gema Kampus di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada 8–9 Mei 2026. Tidak sekadar musik, festival ini menghadirkan harmoni lintas generasi dan lintas ekspresi.
Musisi yang akan tampil pun tidak main-main. Sebut saja Slank, Once Mekel, Novia Bachmid, Dwiki Darmawan, Ita Purnamasari dan Joko Porong. Ada juga penampilan Ki Ageng Ganjur dan Alffy Rev.
Festival Kebangsaan Gema Kampus yang diinisiasi Once Mekel dan Ngatawi Al-Zastrouw dalam gerakan kebangsaan Akar Indonesia ini untuk membangkitkan kesadaran akan jati diri bangsa di kalangan generasi muda.
Sebagai Musisi yang juga pengurus PAPPRI, Once yang menjadi politisi sekaligus anggota DPR RI ini melihat pentingnya menghadirkan ruang-ruang kultural yang mampu menjembatani seni, generasi muda dan kesadaran kebangsaan dalam satu tarikan napas.
“Saya dan mas Zastrouw mengajak Slank, Alffy dan sederet musisi papan atas Indonesia aktif dalam rangkaian kegiatan Festival Kebangsaan "Gema Kampus" (Generasi Emas Kampus) selama 2023 hingga 2026. Kegiatan ini bertujuan menyapa mahasiswa dan berbagi inspirasi, wawasan kebangsaan, serta ide kreatif di berbagai universitas,” kata Once Mekel.
Tahun ini, Festival Kebangsaan Gema Kampus mengusung tema “Mengenal Diri, Mengenal Indonesia”. Tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan sebuah gerakan kultural yang mengajak generasi muda untuk kembali menautkan diri dengan akar sejarah, nilai dan identitas kebangsaan, menghadirkan pengalaman kolektif yang memadukan refleksi, inovasi, dialog, kreativitas, dan perayaan dalam satu rangkaian yang utuh.
Festival yang berkolaborasi dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) serta didukung gerakan kebangsaan Akar Indonesia ini dimulai dengan Kompetisi Content Creator yang digelar sebagai pra-event selama satu bulan. Kompetisi ini menjadi ruang eksplorasi bagi generasi muda untuk menerjemahkan tema kebangsaan ke dalam karya-karya digital yang kreatif, relevan dan inspiratif.
Selama dua hari penyelenggaraan Festival Kebangsaan di UNESA, publik akan disuguhi beragam kegiatan yang dirancang untuk menggugah kesadaran sekaligus partisipasi aktif, mulai dari Pameran Inovasi & Pop Art Market yang menampilkan karya-karya kreatif anak bangsa hingga Coaching Clinic yang membuka kesempatan belajar langsung dari para praktisi yang pakar di bidangnya. Setiap kegiatan bukan hanya untuk disaksikan, tetapi untuk dihidupi—mengajak setiap individu menemukan kembali relasinya dengan Indonesia.
Memasuki hari pertama pada 8 Mei 2026, semangat kreatif tersebut akan diperdalam melalui Coaching Clinic Content Creator yang menghadirkan Alffy Rev sebagai narasumber utama. Kegiatan ini akan diikuti oleh para pemenang Kompetisi Content Creator serta mahasiswa yang terseleksi, sebagai ruang belajar langsung tentang bagaimana mengolah ide, identitas, dan nilai kebangsaan menjadi konten yang berdampak di era digital. Coaching Clinic ini diharapkan menjadi jembatan antara kreativitas dan kesadaran kebangsaan—bahwa narasi Indonesia dapat dikemas secara menarik tanpa kehilangan kedalaman maknanya.
Pada 9 Mei 2026 pagi, suasana reflektif sekaligus inspiratif akan terasa dalam kegiatan Ekspresi Kita (dialog kebangsaan) di Graha UNESA. Dalam dialog interaktif bertajuk “Mengenal Diri, Mengenal Indonesia,” sejumlah figur publik seperti Alffy Rev, Shanna Shannon, Bimbim dan Kaka Slank, Novia Bachmid, dan Once Mekel akan berbagi perspektif tentang perjalanan menemukan jati diri di tengah dunia yang terus berubah.
Dialog ini akan dibuka oleh Rektor UNESA Nurhasan dan dipandu Ngatawi Al-Zastrouw, menghadirkan percakapan hangat, jujur dan menggugah. Dilanjutkan dengan penyelenggaraan Rector’s Expressions (REx) chapter 3, forum gagasan yang digagas oleh MRPTNI.
Mengangkat tema “Sejarah dan Budaya sebagai Rute Peradaban dan Energi Potensial Bangsa,” forum ini mempertemukan para rektor, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk mendiskusikan dan merumuskan tentang pentingnya kesadaran bersama terhadap sejarah dan budaya sebagai keunggulan komparatif dan kompetitif untuk membangkitkan dan mengaktivasi genetika/DNA sebagai karakter bangsa.
Sementara itu, sebagai akademisi, budayawan, dan agamawan, Ngatawi Al-Zastrouw mendorong agar kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, juga menjadi ruang hidup bagi dialog budaya dan pembentukan karakter kebangsaan. Bersama MRPTNI dan PAPPRI, Festival Kebangsaan “Gema Kampus” tumbuh sebagai gerakan yang menghubungkan refleksi intelektual, ekspresi budaya, dan energi generasi muda.
Festival Kebangsaan “Gema Kampus” Seri 7 ini adalah undangan terbuka bagi mahasiswa, pelajar, komunitas kreatif, akademisi, dan masyarakat luas untuk hadir, terlibat, dan merayakan Indonesia bersama. Ini bukan sekadar acara untuk disaksikan, tetapi pengalaman yang mengajak setiap orang untuk merasa, berpikir, dan bergerak. Di tengah dunia yang terus berubah, mengenal diri dan mengenal Indonesia bukanlah tujuan akhir, melainkan perjalanan. Festival ini adalah salah satu langkah penting untuk menempuh perjalanan bersama.
Editor : Tedy Ahmad