7 Aturan Baru Piala Dunia 2026 yang Bikin Pemain Tak Bisa Buang Waktu Lagi
ZURICH, iNewsBekasi.id – International Football Association Board resmi mengesahkan sejumlah aturan baru yang akan diterapkan pada FIFA World Cup 2026.
Perubahan regulasi tersebut dibuat untuk mempercepat tempo pertandingan, mengurangi praktik buang waktu, serta memberikan hukuman lebih tegas terhadap tindakan tidak sportif di lapangan.
Dalam aturan terbaru, penjaga gawang hanya diperbolehkan menguasai bola maksimal delapan detik. Wasit nantinya akan memberikan hitungan visual pada lima detik terakhir.
Jika kiper tetap memegang bola melewati batas waktu, tim lawan akan mendapatkan hadiah tendangan sudut. Regulasi ini menggantikan aturan lama berupa tendangan bebas tidak langsung.
Aturan hitungan visual juga diterapkan saat lemparan ke dalam. Pemain yang dianggap terlalu lama mengambil ancang-ancang atau sengaja mengulur waktu akan diberikan hitungan lima detik oleh wasit.
Apabila bola belum dilemparkan hingga waktu habis, hak lemparan akan diberikan kepada tim lawan.
Peraturan serupa berlaku pada situasi tendangan gawang. Jika pemain terlalu lama melakukan goal kick demi membuang waktu, wasit akan memulai hitungan visual lima detik terakhir.
Bila batas waktu terlampaui, lawan akan memperoleh tendangan sudut.
Pemain yang ditarik keluar lapangan wajib meninggalkan area permainan maksimal dalam 10 detik setelah papan pergantian diangkat atau wasit memberi sinyal.
Jika pemain sengaja memperlambat proses pergantian, pemain pengganti tidak diizinkan masuk hingga pertandingan berjalan satu menit pada penghentian berikutnya.
Pemain yang mendapatkan pemeriksaan atau perawatan medis di lapangan wajib keluar terlebih dahulu setelah pertandingan kembali dimulai.
Mereka baru diperbolehkan masuk lagi setelah satu menit permainan berjalan. Regulasi ini diterapkan untuk mengurangi praktik cedera taktis yang sering digunakan untuk memperlambat tempo pertandingan.
IFAB juga memperketat hukuman terhadap tindakan tidak sportif. Pemain yang menutup mulut saat berkonfrontasi dengan lawan atau perangkat pertandingan dapat langsung diberikan kartu merah jika dianggap menyembunyikan ucapan diskriminatif.
Selain itu, pemain maupun ofisial tim yang melakukan aksi walk-off atau meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit juga akan langsung diganjar kartu merah.
Dalam aturan baru, kartu kuning tunggal akan dihapus setelah fase grup dan kembali dihapus seusai babak perempat final.
Dengan demikian, pemain yang hanya menerima satu kartu kuning di fase grup tidak akan membawa akumulasi ke babak gugur. Setelah perempat final, akumulasi juga dibersihkan agar pemain tidak absen pada semifinal atau final akibat hukuman kartu dari pertandingan sebelumnya.
Aturan baru tersebut diperkirakan akan membuat pertandingan di Piala Dunia 2026 berlangsung lebih cepat, disiplin, dan minim drama buang waktu yang selama ini kerap memicu kontroversi.
Editor : Wahab Firmansyah