Patrick Siap Berkompetisi pada Mukab Kadin Bekasi
BEKASI, iNewsBekasi.id - Di tengah dominasi para senior di ruang rapat direksi, Patrick Saimartua Simanjuntak memilih jalur yang berbeda. Di usia 33 tahun, ia telah menduduki tiga posisi strategis sekaligus, yakni Chief Executive Officer PT Graha Mekatama Telindo Group, Direktur Utama PT Waterindo Primatech Bekasi, dan Direktur PT Kombat Global Mandiri.
Bagi Patrick, yang lahir pada 31 Mei 1993, usia muda bukanlah hambatan. Justru, menurutnya, usia muda menjadi modal untuk berpikir cepat, adaptif, serta berani mengambil risiko yang terukur.
"Generasi muda tidak bisa hanya menjadi penonton. Kita harus masuk ke ruang pengambilan keputusan, membawa ide-ide baru, namun tetap berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik," ujarnya, Senin (1/6/2026).
Dari Indonesia ke Perth, Australia
Perjalanan Patrick dimulai dari Provinsi Banten. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Global Jaya International School, Tangerang, pada periode 1998–2011. Sejak sekolah, ia aktif berorganisasi dan pernah menjabat sebagai Head of Year Level OSIS, Event Coordinator "Feel The Roar", serta House Captain Karnaval Sekolah selama tiga tahun berturut-turut.
Pengalaman organisasi tersebut menjadi bekal saat melanjutkan pendidikan tinggi. Patrick meraih gelar Sarjana Manajemen Pemasaran dari Universitas Pelita Harapan.
Titik penting dalam perjalanan akademiknya terjadi saat melanjutkan studi ke Australia. Pada 2016–2018, ia menempuh program Master of Commerce dengan konsentrasi Marketing and Finance di University of Western Australia (UWA).
"UWA mengajarkan saya cara berpikir berbasis data, tetapi tetap menjunjung etika bisnis. Di sana saya belajar bahwa pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu menjembatani kepentingan perusahaan, karyawan, dan negara," katanya.
Selama berada di Perth, Patrick juga aktif dalam organisasi mahasiswa dan dipercaya sebagai Wakil Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) Western Australia periode 2017–2018. Ia turut menjadi lead organizer acara "Serenata – Seruan Rakyat akan Nusantara", salah satu agenda unggulan yang mempertemukan diaspora Indonesia dengan berbagai isu kebangsaan.
Tiga Kursi, Satu Visi: Membangun Ekosistem Usaha.
Usai menyelesaikan studi pada 2018, Patrick tidak langsung mengejar posisi puncak. Ia memulai karier dari berbagai posisi operasional, antara lain di Divisi Marketing PT Komet Konsorsium dan kemudian di bidang procurement PT Mekatel Engineering.
Menurutnya, pengalaman lapangan sangat penting sebelum menempati posisi strategis di level direksi.
Sejak Juli 2023, kariernya berkembang pesat. Ia dipercaya menjadi Direktur PT Kombat Global Mandiri. Saat ini, Patrick juga menjabat sebagai CEO PT Graha Mekatama Telindo Group dan Direktur Utama PT Waterindo Primatech Bekasi, yang bergerak di sektor infrastruktur, engineering, dan perdagangan.
"Mengelola tiga perusahaan sekaligus menuntut kemampuan menentukan prioritas dan melakukan delegasi. Saya percaya pada tim. CEO yang baik bukan yang bekerja paling keras, melainkan yang mampu membangun sistem agar perusahaan tetap berjalan tanpa harus melakukan micromanagement," jelasnya.
Bergabung dengan KADIN
Keputusan Patrick bergabung dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia didorong oleh keinginan untuk berkontribusi lebih besar bagi dunia usaha nasional.
Menurutnya, KADIN bukan sekadar organisasi, melainkan wadah strategis bagi para pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Tujuan saya bergabung dengan KADIN ada tiga. Pertama, memperluas jaringan bisnis nasional dan internasional. Kedua, berkontribusi langsung dalam memperkuat sektor usaha dan industri Indonesia. Ketiga, ikut menjaga iklim usaha yang sehat, beretika, dan berkelanjutan," paparnya.
Patrick menilai prinsip good corporate governance (GCG) menjadi aspek yang tidak bisa ditawar di era keterbukaan informasi saat ini.
"Generasi muda semakin cerdas. Mereka memilih bekerja dan membeli produk dari perusahaan yang memiliki nilai dan integritas. Karena itu, GCG bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keharusan bagi bisnis yang ingin bertahan dalam jangka panjang," tegasnya.
Sebagai salah satu figur muda di jajaran direksi perusahaan, Patrick ingin menjadi penghubung antara pengusaha senior dan generasi muda, termasuk pelaku startup.
Menurutnya, banyak anak muda memiliki ide-ide kreatif dan inovatif, namun masih menghadapi kendala akses terhadap jaringan, permodalan, dan regulasi.
Di sisi lain, para pengusaha senior memiliki pengalaman dan jaringan yang kuat, tetapi membutuhkan percepatan adaptasi terhadap perkembangan digital.
"KADIN dapat menjadi ruang pertemuan dua dunia tersebut. Pengusaha senior berbagi pengalaman, sementara generasi muda menghadirkan inovasi. Jika kolaborasi ini berjalan baik, industri nasional akan berkembang lebih cepat dan mampu naik kelas," ujarnya.
Dengan latar belakang pendidikan internasional, pengalaman organisasi, serta rekam jejak kepemimpinan di berbagai perusahaan pada usia yang relatif muda, Patrick Simanjuntak dinilai merepresentasikan wajah baru kepemimpinan pengusaha Indonesia: muda, berpendidikan, adaptif, dan berorientasi pada kontribusi bagi pembangunan ekonomi nasional.
Editor : Suriya Mohamad Said