Kontroversi Timnas Senegal usai Gagal di Piala Dunia 2026, Dokter Tim Dikira Spesialis Kandungan
DAKAR, iNewsBekasi.id – Kegagalan Timnas Senegal di Piala Dunia 2026 memunculkan kontroversi baru. Presiden Federasi Sepak Bola Senegal (FSF), Abdoulaye Fall, mengungkapkan bahwa dokter tim sempat diragukan oleh para pemain karena dianggap memiliki latar belakang sebagai dokter spesialis kandungan, bukan spesialis kedokteran olahraga.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdoulaye Fall dalam konferensi pers pada Senin (14/7/2026) saat Federasi Sepak Bola Senegal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim di Piala Dunia 2026.
Menurut Fall, federasi baru mengetahui persoalan tersebut ketika persiapan turnamen sudah berjalan sehingga menimbulkan keraguan di kalangan pemain terhadap dukungan medis yang diberikan selama kompetisi.
"Berdasarkan masukan yang saya terima, para pemain merasa belum cukup yakin dengan dukungan yang bisa diberikan olehnya," kata Abdoulaye Fall, dikutip dari Reuters.
Abdoulaye Fall mengatakan federasi akhirnya mencari tambahan tenaga medis yang memiliki keahlian lebih spesifik untuk meningkatkan rasa percaya diri para pemain selama mengikuti Piala Dunia 2026.
"Kami harus mencari tenaga ahli yang benar-benar meyakinkan agar mereka merasa tenang, karena kesehatan adalah prioritas utama," ujar Fall.
Pernyataan tersebut memicu perhatian publik karena menyangkut kesiapan tim medis yang mendampingi Senegal dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Tak lama setelah pernyataan Presiden FSF mencuat, Asosiasi Kedokteran Olahraga Senegal mengeluarkan klarifikasi resmi pada Senin malam.
Organisasi tersebut menilai tudingan terhadap dokter tim, Abderahmane Fediore, tidak berdasar dan berpotensi mencemarkan nama baik.
Menurut asosiasi, Fediore memiliki diploma spesialis kedokteran olahraga dan biologi olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Cheikh Anta Diop sehingga memenuhi kompetensi untuk menangani atlet profesional.
Editor : Wahab Firmansyah