Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Argentina Bernasib Buruk usai Final Piala Dunia 2026, Gagal Juara hingga Terancam Sanksi FIFA
Advertisement . Scroll to see content

Kontroversi Timnas Senegal usai Gagal di Piala Dunia 2026, Dokter Tim Dikira Spesialis Kandungan

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:19 WIB
  • author Reynaldi Hermawan
Kontroversi Timnas Senegal usai Gagal di Piala Dunia 2026, Dokter Tim Dikira Spesialis Kandungan
Presiden Federasi Sepak Bola Senegal mengungkap polemik dokter tim usai gagal di Piala Dunia 2026 (Foto: FSF)

DAKAR, iNewsBekasi.id – Kegagalan Timnas Senegal di Piala Dunia 2026 memunculkan kontroversi baru. Presiden Federasi Sepak Bola Senegal (FSF), Abdoulaye Fall, mengungkapkan bahwa dokter tim sempat diragukan oleh para pemain karena dianggap memiliki latar belakang sebagai dokter spesialis kandungan, bukan spesialis kedokteran olahraga.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdoulaye Fall dalam konferensi pers pada Senin (14/7/2026) saat Federasi Sepak Bola Senegal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim di Piala Dunia 2026.

Menurut Fall, federasi baru mengetahui persoalan tersebut ketika persiapan turnamen sudah berjalan sehingga menimbulkan keraguan di kalangan pemain terhadap dukungan medis yang diberikan selama kompetisi.

"Berdasarkan masukan yang saya terima, para pemain merasa belum cukup yakin dengan dukungan yang bisa diberikan olehnya," kata Abdoulaye Fall, dikutip dari Reuters.

Abdoulaye Fall mengatakan federasi akhirnya mencari tambahan tenaga medis yang memiliki keahlian lebih spesifik untuk meningkatkan rasa percaya diri para pemain selama mengikuti Piala Dunia 2026.

"Kami harus mencari tenaga ahli yang benar-benar meyakinkan agar mereka merasa tenang, karena kesehatan adalah prioritas utama," ujar Fall.

Pernyataan tersebut memicu perhatian publik karena menyangkut kesiapan tim medis yang mendampingi Senegal dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Asosiasi Kedokteran Olahraga Senegal Beri Bantahan

Tak lama setelah pernyataan Presiden FSF mencuat, Asosiasi Kedokteran Olahraga Senegal mengeluarkan klarifikasi resmi pada Senin malam.

Organisasi tersebut menilai tudingan terhadap dokter tim, Abderahmane Fediore, tidak berdasar dan berpotensi mencemarkan nama baik.

Menurut asosiasi, Fediore memiliki diploma spesialis kedokteran olahraga dan biologi olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Cheikh Anta Diop sehingga memenuhi kompetensi untuk menangani atlet profesional.

Selain memiliki pendidikan di bidang kedokteran olahraga, Fediore juga pernah memimpin Departemen Fisioterapi di Rumah Sakit Fann dan dipercaya menjadi dokter Timnas Senegal sejak 2017.

Selama mendampingi tim nasional, ia telah bertugas dalam tiga edisi Piala Dunia dan lima turnamen Piala Afrika. Rekam jejak tersebut menjadi dasar Asosiasi Kedokteran Olahraga Senegal membela profesionalisme sang dokter.

Kontroversi mengenai tim medis muncul di tengah evaluasi besar-besaran yang dilakukan Federasi Sepak Bola Senegal setelah hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, federasi juga telah memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pelatih Pape Bouna Thiaw pada Sabtu (12/7/2026) karena performa tim dinilai tidak memenuhi ekspektasi.

Padahal, Senegal datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara Piala Afrika, setelah mengalahkan Maroko pada partai final Januari 2026.

Namun, langkah mereka di turnamen dunia tidak berjalan sesuai harapan. Senegal menelan kekalahan pada dua pertandingan awal fase grup melawan Prancis dan Norwegia.

Pada babak 32 besar, Senegal sebenarnya sempat unggul 2-0 atas Belgia hingga lima menit menjelang waktu normal berakhir. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan sehingga Belgia mampu membalikkan keadaan dan menang 3-2 melalui babak perpanjangan waktu.
 

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut