get app
inews
Aa Text
Read Next : Perayaan Juara Spanyol Berujung Maut, Remaja 13 Tahun Tewas akibat Pesta Kembang Api

Argentina Bernasib Buruk usai Final Piala Dunia 2026, Gagal Juara hingga Terancam Sanksi FIFA

Rabu, 22 Juli 2026 | 07:33 WIB
header img
Timnas Argentina menghadapi ancaman sanksi disiplin FIFA. Foto: istimewa

BEKASI, iNewsBekasi.id – Kekalahan Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 belum menjadi akhir dari perjalanan La Albiceleste di turnamen tersebut. Tim besutan Lionel Scaloni kini menghadapi ancaman sanksi disiplin setelah FIFA membuka penyelidikan atas sejumlah insiden yang terjadi sepanjang fase gugur, termasuk kericuhan seusai laga final.

Spanyol memastikan gelar juara dunia kedua setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu di MetLife Stadium, Minggu malam waktu setempat. Ferran Torres menjadi penentu kemenangan lewat gol yang dicetak pada babak tambahan.

Namun, partai puncak tidak hanya menyisakan cerita soal kemenangan Spanyol. Kericuhan yang terjadi setelah peluit akhir justru menjadi perhatian utama dan kini masuk dalam penyelidikan FIFA.

Leandro Paredes menerima kartu merah usai terlibat bentrokan dengan Eric Garcia dan Gavi. Sementara itu, Nahuel Molina juga disebut terlihat mengayunkan tangan ke arah kapten Spanyol, Rodri.

Insiden tersebut menambah daftar kontroversi yang melibatkan Argentina selama fase gugur Piala Dunia 2026.

Meski sempat muncul anggapan Gianni Infantino memberikan perlakuan khusus kepada Argentina sepanjang turnamen, FIFA tetap memastikan seluruh insiden akan diproses sesuai regulasi disiplin yang berlaku.

Selain kericuhan di final, FIFA juga mengkaji tindakan sejumlah pemain Argentina setelah kemenangan atas Inggris di semifinal. Seusai pertandingan itu, beberapa pemain membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" yang berarti "Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina."

Aksi tersebut dinilai melanggar aturan sepak bola yang melarang penyampaian pesan politik di dalam pertandingan.

Juru bicara FIFA mengatakan, "Sesuai prosedur standar, Komite Disiplin FIFA yang independen saat ini sedang menilai laporan pertandingan dan mempertimbangkan seluruh keadaan yang relevan sebelum memutuskan langkah lebih lanjut berdasarkan Kode Disiplin FIFA."

Prosedur yang sama juga akan diterapkan terhadap insiden pada final Piala Dunia 2026.

Secara otomatis, Leandro Paredes dan Enzo Fernandez akan menjalani larangan bermain satu pertandingan setelah menerima kartu merah pada laga final. Enzo diusir wasit pada waktu normal akibat menerima dua kartu kuning.

Namun, Kode Disiplin FIFA juga mengatur hukuman lebih berat bagi pelanggaran yang masuk kategori kekerasan. Pemain yang melakukan tindakan seperti menyikut, memukul, menendang, menggigit, meludah, atau memukul lawan dapat dijatuhi hukuman minimal tiga pertandingan atau sanksi lain yang dianggap sesuai.

Aturan tersebut membuka peluang hukuman Paredes dan Enzo Fernandez diperberat apabila hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran tambahan. Nahuel Molina juga berpotensi menghadapi konsekuensi serupa apabila tindakannya dinilai memenuhi unsur pelanggaran disiplin.

Selain para pemain, Federasi Sepak Bola Argentina juga dapat menghadapi tindakan disipliner. FIFA akan menilai apakah perilaku tim setelah pertandingan, termasuk keterlibatan beberapa anggota staf dalam kericuhan, masuk kategori tindakan yang mencoreng nama baik sepak bola atau organisasi FIFA.

Pada final tersebut, Argentina juga gagal memberikan ancaman berarti kepada Spanyol. La Albiceleste tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang Unai Simon sepanjang waktu normal sebelum akhirnya kalah 0-1 lewat gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu.

Editor : Tedy Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut