get app
inews
Aa Text
Read Next : Rupiah Anjlok, Nyaris Sentuh Rp16.900 per Dolar AS

Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, Terpuruk ke Level Terendah Sepanjang Masa

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44 WIB
header img
Nilai tukar rupiah menembus Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan 4 Juni 2026. Foto/Ilustrasi/istimewa

JAKARTA, iNewsBekasi.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Mata uang Garuda bahkan sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS dan mencatatkan posisi terlemah sepanjang sejarah.

Pada awal perdagangan, rupiah melemah 0,06 persen ke level Rp17.960 per dolar AS. Namun, tekanan jual yang terus meningkat membuat depresiasi berlangsung sangat cepat hanya dalam hitungan menit.

Kurang dari 30 menit setelah pembukaan pasar, rupiah terus melemah hingga menyentuh Rp17.995 per dolar AS pada pukul 09.04 WIB. Tekanan berlanjut hingga akhirnya mata uang Indonesia resmi menembus level Rp18.000 per dolar AS pada pukul 09.16 WIB.

Level tersebut menjadi catatan historis baru sebagai titik terendah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Hingga pukul 09.46 WIB, rupiah masih berada dalam tren pelemahan dengan koreksi mencapai 0,35 persen ke posisi Rp18.029 per dolar AS.

Faktor Global dan Harga Minyak Jadi Sorotan

Di pasar global, indeks dolar AS tercatat menguat tipis ke level 99,44 pada pukul 09.01 WIB. Sementara itu, harga minyak mentah mengalami penurunan sebesar 1,07 persen menjadi 96,76 dolar AS per barel.

Meski demikian, level kedua indikator tersebut masih dinilai cukup tinggi dan berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan serta meningkatkan tekanan terhadap fiskal Indonesia.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah dipicu kombinasi faktor eksternal dan kondisi ekonomi domestik yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut