Ratusan Pegawai Desak Dirum Tirta Bhagasasi Lengser, Bupati Bekasi: Kita Evaluasi!
CIKARANG, iNewsBekasi.id - Gelombang penolakan terhadap Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Daud Husin mencuat dari internal perusahaan. Ratusan pegawai membubuhkan tanda tangan spanduk bertuliskan mosi tidak percaya yang dibentangkan, Selasa (21/7/2026).
Mereka menuntut pergantian pimpinan dan mengancam menghentikan aktivitas kerja apabila tuntutan tersebut diabaikan. Aksi tersebut dipicu akumulasi kekecewaan pegawai terhadap kebijakan manajemen.
Salah satu yang disorot ialah penghapusan uang lembur bagi pegawai lapangan yang selama ini bekerja di luar jam operasional untuk memastikan distribusi air bersih tetap berjalan.
“Lemburan kami dihapus. Padahal pelayanan air bersih berlangsung 24 jam. Kami bekerja di lapangan tanpa mengenal batas waktu,” kata salah seorang pegawai kepada wartawan di lokasi.
Pegawai lain menegaskan aksi penandatanganan spanduk hanya merupakan langkah awal. Jika Direktur Umum tetap bertahan, mereka mengaku siap menggelar mogok kerja hingga tuntutan pergantian pimpinan dipenuhi.
“Kalau tidak ada perubahan, kami akan mogok kerja. Kami ingin dipimpin oleh orang yang mampu bekerja, bukan yang mengedepankan ego,” kata seorang pegawai perempuan yang enggan disebutkan namanya tersebut.
Spanduk bertuliskan Mosi Tidak Percaya terhadap Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi tampak dipenuhi tanda tangan pegawai dari berbagai unit kerja. Aksi menyita perhatian karena mencerminkan terbukanya konflik di tubuh perusahaan pelat merah tersebut.
Menanggapi situasi itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap jajaran manajemen. Namun, keputusan itu didasarkan hasil kajian yang tengah disusun Dewan Pengawas (Dewas).
“Kami akan melakukan evaluasi. Kemungkinan memang ada persoalan kekompakan di internal perusahaan. Dewan Pengawas sedang menyusun kajian dan itu akan menjadi dasar evaluasi,” kata Asep.
Ia mengaku belum mengetahui secara rinci akar persoalan yang memicu munculnya mosi tidak percaya. Menurut dia, seluruh langkah yang diambil pemerintah daerah harus mengikuti prosedur dan mekanisme yang berlaku.
“Saya belum mengetahui detail masalahnya. Tiba-tiba muncul mosi seperti itu. Karena itu saya menunggu hasil kajian Dewas sebelum mengambil keputusan,” ujarnya.
Asep memastikan hasil kajian Dewan Pengawas akan menjadi pijakan dalam menentukan langkah lanjutan terhadap jajaran direksi Perumda Tirta Bhagasasi.
Sementara itu, manajemen Perumda Tirta Bhagasasi menyatakan menghormati penyampaian aspirasi pegawai sebagai bagian dari hak menyampaikan pendapat. Perusahaan menyebut dinamika tersebut akan disikapi secara terbuka melalui mekanisme komunikasi internal.
Dalam keterangan resminya, manajemen juga memastikan aksi pegawai tidak mengganggu operasional perusahaan. Pelayanan administrasi maupun distribusi air bersih kepada pelanggan di Kabupaten Bekasi, menurut perusahaan, tetap berjalan normal.
Perumda Tirta Bhagasasi mengimbau seluruh pegawai menjaga profesionalisme dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan pandangan. Manajemen menegaskan komitmennya menjalankan tata kelola perusahaan baik serta menjaga pelayanan publik. (dul)
Editor : Abdullah M Surjaya