get app
inews
Aa Text
Read Next : Kisah Inspiratif Fadli Ananda, Gaji sebagai Anggota DPRD Dikembalikan untuk Bantu Masyarakat

Kemenkes Keluarkan Peringatan Kemarau Panjang Juni 2026, Anak-Anak dan Lansia Paling Rentan

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:35 WIB
header img
Ilustrasi, Kemenkes memperingatkan bahaya kemarau panjang Juni 2026. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsBekasi.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait potensi dampak kesehatan akibat musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi di Indonesia pada Juni 2026. Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, penderita penyakit penyerta, dan lansia diminta meningkatkan kewaspadaan.

Berdasarkan laporan Kemenkes, musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang dan lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia. Periode kemarau telah berlangsung sejak April dan diperkirakan berlanjut hingga Juni 2026.

"Kondisi ini meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), polusi udara, dan munculnya berbagai penyakit yang dipengaruhi oleh perubahan cuaca dan lingkungan," ungkap Kemenkes dalam keterangan resminya dikutip, Selasa (9/6/2026).

Kemenkes menegaskan bahwa masyarakat perlu mengambil langkah antisipasi guna menjaga kesehatan selama musim kemarau.

"Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau," tambah Kemenkes.

Risiko Gangguan Kesehatan saat Kemarau Panjang

Menurut Kemenkes, musim kemarau tidak hanya identik dengan cuaca panas, tetapi juga berdampak pada penurunan kualitas udara dan berkurangnya ketersediaan air bersih. Kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan.

Berikut beberapa penyakit yang berisiko meningkat selama musim kemarau panjang:

1. Penyakit yang Ditularkan Nyamuk
Musim kemarau tetap berpotensi meningkatkan kasus penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria.

2. Penyakit Akibat Sanitasi Buruk
Menurunnya kualitas dan ketersediaan air bersih dapat memicu penyakit seperti diare, kolera, tifoid, dan leptospirosis.

3. Gangguan Kesehatan Akibat Polusi Udara
Asap kebakaran hutan maupun peningkatan polusi udara dapat menyebabkan iritasi mata, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), bronkitis, serta gangguan pernapasan lainnya.

4. Penyakit Akibat Paparan Panas Berlebih
Cuaca panas ekstrem meningkatkan risiko dehidrasi berat hingga heat stroke yang dapat membahayakan kesehatan.

"Kelompok paling rentan mengalami gangguan kesehatan itu antara lain anak-anak, orang dengan penyakit penyerta, ibu hamil, hingga lansia," ungkap Kemenkes.

Langkah Pencegahan yang Disarankan Kemenkes

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama musim kemarau, Kemenkes mengimbau masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan, antara lain:

- Memantau kualitas udara secara berkala.
- Menggunakan masker saat kualitas udara memburuk.
- Memperbanyak konsumsi air putih dan menghindari alkohol maupun minuman berkafein berlebihan.
- Menghindari paparan asap rokok serta sumber polusi lainnya.
- Mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara buruk dan menutup ventilasi rumah saat tingkat polusi tinggi.
- Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
- Melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus.
- Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lainnya.

"Jika mengalami keluhan kesehatan atau kondisi tubuh yang menurun, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat," saran Kemenkes.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut