Libur Sekolah 2026! Ini 7 Wisata Edukasi Dekat Bekasi yang Seru dan Bikin Anak Makin Pintar
Museum Satria Mandala menghadirkan sejarah perjuangan TNI melalui koleksi alutsista, diorama, tank, meriam, rudal, helikopter hingga pesawat bersejarah.
Museum yang diresmikan pada 1972 ini menjadi tempat yang tepat untuk mengenalkan sejarah perjuangan bangsa dan menumbuhkan rasa nasionalisme sejak dini.
Museum Tekstil memperkenalkan berbagai kain tradisional Indonesia lengkap dengan sejarah dan proses pembuatannya.
Pengunjung juga dapat mengikuti kegiatan membatik serta melihat tanaman pewarna alami di area kebun museum. Tempat ini cocok bagi anak-anak yang ingin mengenal kekayaan budaya Nusantara.
Museum Wayang menyimpan ribuan koleksi wayang kulit, wayang golek, hingga wayang dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain mengenalkan seni pertunjukan tradisional, museum ini juga menjadi sarana belajar sejarah dan nilai-nilai budaya Indonesia bagi anak-anak.
Museum Juang 45 Bekasi atau yang lebih dikenal sebagai Gedung Juang Tambun menjadi destinasi edukasi yang wajib dikunjungi saat libur sekolah.
Museum yang dikelola Pemerintah Kabupaten Bekasi ini menghadirkan konsep modern dengan koleksi digital interaktif. Pengunjung dapat mempelajari sejarah Bekasi melalui tampilan multimedia yang menarik.
Beberapa daya tarik museum ini meliputi:
Hall of Fame Bupati Bekasi, yang menampilkan profil para bupati dari masa ke masa.
Ruang Koleksi Prasejarah, berisi dokumentasi visual dan narasi kehidupan masyarakat Bekasi pada masa lampau.
Ruang Sejarah Kerajaan Tarumanegara, dilengkapi buku digital interaktif tiga dimensi serta audio narasi sejarah.
Ruang Sejarah VOC, yang menghadirkan kisah kedatangan VOC ke Indonesia melalui interactive table dan dokumentasi digital.
Galeri Sejarah Bekasi, yang mengulas perjalanan Bekasi sejak masa awal hingga perjuangan para tokoh lokal seperti Entong Tolo.
Dengan konsep digital dan penyajian yang interaktif, Museum Juang 45 Bekasi menjadi pilihan tepat bagi keluarga yang ingin menggabungkan wisata, sejarah, dan teknologi dalam satu destinasi.
Editor : Wahab Firmansyah