Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Catat 47 Gempa di Kabupaten Bandung sejak kemarin, Terbaru M2,7 Terasa di 3 Wilayah
Advertisement . Scroll to see content

Dieng Lebih Dingin dari Bromo, BMKG Sebut Suhu Capai 0,7 Derajat Celsius Akibat Bediding

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:12 WIB
  • author Binti Mufarida
Dieng Lebih Dingin dari Bromo, BMKG Sebut Suhu Capai 0,7 Derajat Celsius Akibat Bediding
Fenomena bediding kembali terjadi sejumlah wilayah Pulau Jawa dengan udara malam lebih dingin pada malam hingga dini hari. (Foto: Ilustrasi/Instagram @mountnesia)

JAKARTA, iNewsBekasi.id – Masyarakat di berbagai wilayah Pulau Jawa kembali merasakan udara yang jauh lebih dingin pada malam hingga dini hari selama puncak musim kemarau. Fenomena ini dikenal sebagai bediding, yakni penurunan suhu udara yang lazim terjadi saat musim kemarau berlangsung.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena bediding merupakan kondisi yang sudah lama dikenal masyarakat Jawa. Penyebab utamanya adalah angin muson timur atau musim Australia yang membawa massa udara kering ke wilayah Indonesia.

"Dalang utamanya adalah musim Australia. Angin musim yang kering ini menyapu uap air dan mengurangi pembentukan awan di langit kita," tulis BMKG dalam keterangan di Instagram resminya, Sabtu (18/7/2026).

BMKG: Minim Awan Membuat Suhu Turun Drastis

BMKG menjelaskan, berkurangnya tutupan awan menyebabkan panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari. Akibatnya, suhu udara turun signifikan, terutama menjelang pagi.

Berdasarkan catatan BMKG selama 10 tahun terakhir, penurunan suhu mulai terasa sejak Juli dan mencapai puncaknya pada periode Juli hingga Agustus.

"Sebagai contoh, Kabupaten Malang, suhunya bisa drop hingga di bawah 19,5 derajat Celcius, jauh lebih dingin dibandingkan Jakarta yang relatif stabil hangat," kata BMKG.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut