Dihujani Sabetan Celurit, Pemuda di Koja Merangkak Berlumuran Darah Usai Diterjang Komplotan Begal
JAKARTA, iNewsBekasi.id – Aksi keji komplotan begal jalanan kembali memakan korban di Koja, Jakarta Utara. Seorang pemuda berinisial SM (26) terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit setelah dibacok secara membabi buta oleh kawanan begal sadis di kawasan Jalan Mandiri VII, Rawabadak Selatan, Koja.
Aksi kriminalitas jalanan yang terjadi pada Jumat malam lalu ini sempat terekam kamera dan mendadak viral di jagat media sosial setelah memperlihatkan kondisi korban yang terkapar lemas dengan tubuh bermandikan darah segar. Kapolsek Koja, Kompol Andry Suharto, menegaskan bahwa pihaknya bersama Tim Opsnal Polres Metro Jakarta Utara kini sudah bergerak di lapangan untuk memburu para pelaku yang buron, sementara korban masih terbaring lemah dalam perawatan medis intensif.
Tragedi berdarah di aspal Koja ini bermula saat korban yang tengah mengendarai sepeda motornya mendadak diadang oleh dua orang pria tak dikenal. Tanpa basa-basi, salah satu pelaku langsung menodongkan senjata yang diduga kuat jenis airgun untuk menciutkan nyali korban, sementara eksekutor lainnya sudah bersiap dengan celurit terhunus di tangan.
Kalah angin, korban SM sempat mencoba menyelamatkan nyawanya dengan cara melompati pagar di sekitar lokasi kejadian. Sial seribu sial, tas yang melekat di punggungnya mendadak tersangkut hingga membuat tubuh pemuda itu jatuh terjerembab ke tanah.
Melihat mangsanya tak berdaya, pelaku yang memegang celurit langsung menghujani tubuh korban dengan sabetan senjata tajam secara bertubi-tubi hingga mengakibatkan luka robek yang sangat parah.
Dengan sisa-sisa tenaga yang ada dan kondisi tubuh yang sudah bersimbah darah, korban akhirnya berhasil merangkak dan melarikan diri ke dalam gang sempit untuk berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Sementara itu, melihat korban sudah tak berdaya di tanah, komplotan begal ini langsung menyikat sepeda motor milik korban yang tertinggal dan langsung tancap gas menghilang di kegelapan malam.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar