get app
inews
Aa Text
Read Next : Kemenkeu Buka Magang Mahasiswa 2026, Simak Syarat, Jadwal, dan Cara Daftar Lengkap

Program Magang Nasional 2026 Dibuka, Kuota Naik Jadi 150 Ribu Peserta untuk Tekan Pengangguran

Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:35 WIB
header img
Pemerintah memperluas Program Magang Nasional dengan kuota 150 ribu peserta pada 2026. Foto/Istimewa

JAKARTA, iNewsBekasi.id- Pemerintah terus memperkuat upaya menekan angka pengangguran melalui berbagai program peningkatan kualitas tenaga kerja. Salah satu strategi yang kini menjadi fokus adalah Program Magang Nasional (PMN) atau Magang Hub yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Ketenagakerjaan.

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru sekaligus menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Selain meningkatkan kompetensi, program ini diharapkan mampu mempercepat penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mengatakan Program Magang Nasional menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran yang masih cukup tinggi.

"Memang belum cukup mengatasi jumlah angka pengangguran yang hampir 7,24 juta orang. Tapi ini kita harapkan minimal bisa meminimalisir angka tersebut," ujar Afriansyah dalam Dialog FMB9 bertajuk Program Magang Nasional: Solusi Taktis - Strategis Problem Ketenagakerjaan.

Kuota Program Magang Nasional Diperluas

Sebagai bentuk komitmen pemerintah, kuota peserta Program Magang Nasional terus ditingkatkan. Setelah membuka kesempatan bagi 100.000 peserta pada angkatan pertama, pemerintah menambah kuota menjadi 150.000 peserta pada angkatan kedua tahun 2026.

Afriansyah menjelaskan, perluasan kuota tersebut juga dibarengi dengan pemerataan akses agar peserta tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

Langkah ini diharapkan memberikan kesempatan lebih luas bagi lulusan untuk memperoleh pengalaman kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri di berbagai sektor.

Kebijakan tersebut dinilai penting mengingat data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah pengangguran di Indonesia hingga Februari 2026 masih mencapai sekitar 7,24 juta orang.

Melalui Program Magang Nasional, pemerintah menargetkan tidak hanya mengurangi angka pengangguran, tetapi juga mencetak sumber daya manusia yang lebih siap memasuki dunia kerja.

"Bapak Presiden berharap dengan Magang Nasional ini anak-anak yang baru lulus punya pengalaman, punya kompetensi, dan memiliki memori bekerja. Ketika masuk ke dunia kerja, mereka sudah siap karena pernah merasakan langsung bagaimana budaya kerja di perusahaan," kata Afriansyah.

Peserta Dapat Uang Saku, BPJS, hingga Sertifikasi BNSP

Selain memperoleh pengalaman bekerja secara langsung di perusahaan, peserta Program Magang Nasional juga mendapatkan berbagai fasilitas, mulai dari uang saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, hingga sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang diakui secara nasional sekaligus meningkatkan daya saing saat memasuki dunia kerja.

Evaluasi pelaksanaan angkatan pertama juga menunjukkan hasil yang positif. Menurut Afriansyah, sekitar 30 persen peserta berhasil direkrut oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.

Capaian tersebut menjadi indikator bahwa program magang mampu mempercepat transisi lulusan dari dunia pendidikan menuju dunia kerja.

Magang Jadi Jembatan Dunia Pendidikan dan Industri

Afriansyah mengakui jumlah peserta Program Magang Nasional saat ini belum mampu mengatasi seluruh persoalan pengangguran nasional yang mencapai lebih dari tujuh juta orang.

Namun, ia menegaskan program tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah yang lebih luas untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekaligus mengurangi kesenjangan kompetensi antara lulusan dengan kebutuhan industri.

Menurutnya, paradigma magang kini juga mengalami perubahan. Peserta tidak lagi hanya diberikan pekerjaan administratif, tetapi dilibatkan langsung dalam proses kerja sesuai bidang kompetensinya.

"Kalau mereka menunjukkan kemampuan, perusahaan langsung bisa merekrut," ujar Afriansyah.

Selain membuka peluang kerja di dalam negeri, pemerintah juga mempersiapkan jalur magang dan penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Afriansyah menyebut kebutuhan tenaga kerja global terus meningkat, terutama di Jepang yang mengalami penurunan jumlah penduduk hingga sekitar tiga juta jiwa. Karena itu, pemerintah mendorong peningkatan kemampuan bahasa asing seperti Jepang, Korea, dan Mandarin agar lulusan Indonesia memiliki daya saing internasional.

Program Magang Nasional juga mendapat dukungan dari kalangan dunia usaha. Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Darwoto, menilai program tersebut mampu menjawab kebutuhan industri yang selama ini kesulitan memperoleh tenaga kerja yang siap bekerja.

Menurutnya, perusahaan memperoleh keuntungan karena dapat menilai kualitas peserta selama masa magang sebelum memutuskan untuk merekrut mereka sebagai karyawan.

"Kami menyambut positif program magang ini. Dari sisi memberikan pengalaman bekerja bagi fresh graduate, ini sangat penting sekali. Perusahaan juga merasakan manfaatnya karena proses mencari tenaga kerja menjadi lebih mudah," ujar Darwoto.

Ia menyebut sekitar 30 persen peserta angkatan pertama berhasil direkrut karena mampu menunjukkan kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan etos kerja yang baik selama menjalani magang.

"Kenapa perusahaan merekrut? Karena perusahaan sudah merasakan — selama 6 bulan, kinerja anak ini menjadi baik, meski belum bisa dikatakan sempurna," ujarnya.

Darwoto menambahkan, Program Magang Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia industri dalam membangun sistem link and match yang lebih efektif guna menciptakan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

 

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut