Resmi Dimulai, Stasiun Bekasi Ekstensi Disiapkan Jadi Pusat Mobilitas dan Ekonomi Baru
BEKASI, iNewsBekasi.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi yang terintegrasi Transit Oriented Development(TOD) di Summarecon Bekasi.
Kehadiran stasiun baru ini diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas transportasi, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas ruang perkotaan.
AHY mengatakan, pengembangan Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan bagian dari pendekatan pembangunan yang mengintegrasikan sistem transportasi publik dengan tata ruang, pusat kegiatan ekonomi, serta kawasan hunian.
Menurut dia, infrastruktur tersebut dirancang agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui mobilitas yang semakin mudah dan efisien.
”Kami menyambut baik inisiatif ini. Hadirnya Stasiun Bekasi Ekstensi bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, tetapi menjadi kawasan semakin produktif dan mendukung mobilitas masyarakat sesuai prinsip TOD Indonesia,” kata AHY, Sabtu (25/7/2026).
Ia menilai, konektivitas yang semakin baik akan mempermudah masyarakat menjangkau lokasi pekerjaan, pusat pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga berbagai peluang usaha. Dampaknya, pemerataan manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Menurut AHY, konsep TOD tidak cukup hanya menghadirkan transportasi publik yang terintegrasi. Kawasan tersebut juga harus mampu menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru, mendorong investasi, memperkuat dunia usaha, hingga memberi ruang berkembang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Konsep besar harus memberikan dampak nyata, mulai dari membuka lapangan kerja hingga meningkatkan penghasilan dan daya beli masyarakat,” katanya.
Stasiun Bekasi Ekstensi juga dirancang terhubung dengan Stasiun KRL Bekasi, LRT Jabodebek, layanan bus pengumpan, serta jalur pejalan kaki.
Integrasi antarmoda ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus mendorong penggunaan transportasi umum yang lebih ramah lingkungan.
AHY menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan kawasan transportasi terpadu. Menurut dia, kerja sama pemerintah dan swasta menjadi kunci untuk menciptakan tata ruang perkotaan yang efisien sekaligus berkelanjutan.
President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, mengatakan pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung peningkatan layanan transportasi massal di Kota Bekasi melalui sinergi dengan pemerintah.
Stasiun Bekasi Ekstensi dibangun di atas lahan seluas 7.038 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 6.733 meter persegi.
“Fasilitas tersebut terdiri atas bangunan tiga lantai yang dilengkapi koridor penghubung dan sky bridge sebagai bagian dari pengembangan kawasan TOD,” katanya.
Pengembangan ini menjadi tahap awal pembangunan kawasan TOD Summarecon Bekasi.
Ke depan, kawasan tersebut akan terhubung dengan jaringan transportasi massal menuju wilayah utara Kota Bekasi, melintasi kawasan Summarecon Bekasi hingga tersambung ke Stasiun LRT Jabodebek melalui jalur sepanjang sekitar lima kilometer.
Adrianto menjelaskan, Stasiun Bekasi Ekstensi dibangun untuk membagi arus penumpang sehingga kepadatan di Stasiun Bekasi dapat dikurangi.
Stasiun baru itu akan melayani penumpang dari arah barat dan selatan, sedangkan stasiun yang sudah ada akan lebih banyak melayani penumpang dari wilayah utara dan timur.
Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyebut pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi sebagai langkah strategis dalam memperkuat jaringan perkeretaapian nasional sekaligus mewujudkan kawasan perkotaan berbasis TOD.
Menurut dia, perluasan stasiun ini akan meningkatkan kapasitas layanan sekaligus memperkuat integrasi antarmoda sehingga mampu mengakomodasi pertumbuhan penumpang Commuter Line maupun kereta api jarak jauh dengan standar kenyamanan yang lebih baik.
Editor : Abdullah M Surjaya