get app
inews
Aa Text
Read Next : Nanik S Deyang Berpotensi Diperiksa Kasus Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Sebut sebagai Saksi

Program MBG Masuk Wilayah Konflik, BGN Libatkan TNI-Polri

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:31 WIB
header img
BGN tengah menyusun pola penyaluran Program MBG ke daerah rawan konflik, termasuk Papua. Foto: Yuwantoro Winduajie

JAKARTA, iNewsBekasi.id - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyusun pola penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menjangkau anak-anak di daerah rawan konflik, termasuk Papua. Skema ini dirancang agar layanan pemenuhan gizi tetap dapat diterima masyarakat di wilayah yang memiliki tantangan keamanan maupun akses.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya saat ini sedang mengkaji mekanisme distribusi yang paling efektif. Sejumlah proyek percontohan telah dijalankan dengan menggandeng TNI dan Polri, serta memanfaatkan fasilitas umum yang tersedia di daerah setempat, termasuk gereja.

“Ini juga sedang kami pikirkan mekanismenya ya, ada beberapa piloting yang sudah kita lakukan bekerja sama dengan jajaran TNI dan Polri menggunakan fasilitas ada gereja dan lain-lain,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

“Karena anak-anak di seluruh mana pun ya Indonesia di mana pun khususnya anak-anak yang memang membutuhkan daerah-daerah rawan konflik daerah-daerah yang jauh itu juga harus mendapatkan akses perbaikan gizi yang memang mereka sangat membutuhkan itu,” tuturnya lagi.

Selain membahas penyaluran MBG di wilayah rawan konflik, Sudaryono juga menyampaikan upaya perluasan layanan program di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurut dia, Papua bukan satu-satunya wilayah yang menjadi fokus pemerintah dalam penguatan layanan gizi.

Dia menyebut Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku juga telah masuk dalam pemetaan BGN sebagai daerah yang menjadi prioritas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

“Papua, NTT, kemudian di Maluku di mana-mana, ini semua ada petanya, kita mau perbaiki ke situ ya. Kita mau perbaiki yang memang harus penting dan genting harus diperbaiki,” ucap dia.

Editor : Tedy Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut