Pemasangan Pagar Tinggi Sejumlah di Mal Bikin Heboh, Pengamat Ingatkan Potensi Gangguan Kamtibmas
JAKARTA, iNewsBekasi.id - Pemasangan pagar tinggi di dejumlah mal membuat heboh masyarakat. Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati pun mengingatkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Agustus.
Susaningtyas mendorong aparat untuk menyelidiki pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal di Jakarta yang dikaitkan dengan kekhawatiran akan adanya demonstrasi besar.
Diketahui, Polda Metro Jaya telah membentuk Tim Preventive Strike untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jakarta tetap kondusif. Pembentukan tim ini sebagai respons terhadap maraknya narasi di media sosial mengenai peningkatan pengamanan di pusat perbelanjaan dan perkantoran, termasuk pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal menjelang Agustus.
Menurut Susaningtyas, fokus utama aparat saat ini adalah menjaga situasi keamanan di Ibu Kota tetap kondusif.
“Tujuan utama mencegah dan menindak tegas kelompok-kelompok yang berupaya memicu kerusuhan atau membuat situasi tidak kondusif di wilayah hukum DKI Jakarta,” kata Susaningtyas.
Dia menjelaskan pengamanan dilakukan melalui tim gabungan yang melibatkan personel dari seluruh direktorat operasional di lingkungan Polda Metro Jaya.
Susaningtyas menyebut pola pengamanan menggabungkan deteksi dini intelijen dengan patroli berintensitas tinggi.
“Skema operasional mengombinasikan deteksi dini intelijen dengan peningkatan intensitas patroli secara masif (skala kecil, sedang, hingga besar),” ujar Susaningtyas.
Meski Kabid Humas Polda Metro Jaya telah mengimbau masyarakat tetap tenang karena kondisi kamtibmas masih aman dan terkendali berkat sinergi dengan Kodam Jaya, Susaningtyas mengingatkan kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.
“Meskipun sudah disampaikan bahwa Pihak kepolisian melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara umum dipastikan masih sangat aman dan terkendali berkat sinergi ketat bersama Kodam Jaya, tetapi harus tetap waspada terhadap adanya penyusupan baik bertujuan gangguan keamanan, ekonomi, pertahanan bahkan politik,” ungkapnya.
Dia juga meminta aparat melakukan penyelidikan terhadap pemasangan pagar yang ramai dikaitkan dengan isu demonstrasi besar pada Agustus.
“Harus ada lidik terhadap berdirinya pagar yang berkorelasi dengan kekhawatiran pihak gedung akan adanya kemungkinan demo besar-besaran di bulan Agustus,” tutur dia.
Susaningtyas menjelaskan dalam dunia intelijen dan keamanan terdapat konsep ATHG atau Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan. Dia juga mengingatkan potensi penyusupan kelompok teroris saat terjadi kerusuhan perlu diantisipasi.
Selain itu, Susaningtyas meminta pemerintah menyiapkan langkah menghadapi berbagai tuntutan masyarakat apabila demonstrasi benar terjadi. Dia juga mengingatkan penanganan aksi tidak dilakukan secara berlebihan.
“Pihak pemerintah sendiri juga harus mempersiapkan diri terhadap berbagai tuntutan demo bila benar terjadi. Hindari tindakan yang terlalu represif yang dapat merugikan kedua belah pihak yaitu aparat dan rakyat,” ujar Susaningtyas.
Selain itu, kata Susaningtyas, pemerintah juga perlu membuka ruang dialog dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.
“Harus melalukan analisa masalah yang bisa dikumpulkan di lapangan. Pihak Bakom Pemri pun jangan selalu menentang kritik rakyat tapi mengajak duduk bersama berbagai pihak terkait meminta berbagai masukan,” ucapnya.
Editor : Tedy Ahmad