Bukan Sekadar Bantuan, Kebun Harmoni Bangun Kemandirian Penyintas Banjir Aceh Tamiang
JAKARTA, iNewsBekasi.id- Program Kebun Harmoni menjadi harapan baru bagi warga penyintas banjir dan longsor yang masih tinggal di hunian sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui budidaya sayuran hidroponik dan ikan lele, masyarakat tidak hanya mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga membangun kembali semangat, kemandirian, dan kebersamaan pascabencana.
Panen perdana sayuran hidroponik dan ikan lele hasil budidaya warga menjadi bukti bahwa proses pemulihan pascabencana dapat dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat. Selain menghasilkan bahan pangan, program ini menghadirkan aktivitas produktif yang membantu warga bangkit dari dampak bencana.
Program Kebun Harmoni merupakan kolaborasi PT East West Seed Indonesia (EWINDO) bersama Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB). Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan, bukan sekadar pemberian bantuan pangan jangka pendek.
Melalui program tersebut, warga dibekali berbagai keterampilan, mulai dari budidaya sayuran hidroponik, pemanfaatan growbox pada lahan terbatas, budidaya ikan lele dengan sistem bioflok, hingga pembuatan pupuk organik cair dan bokashi. Pendampingan dilakukan secara bertahap agar masyarakat mampu mengelola hingga memanen hasil budidaya secara mandiri.
Pendamping Program Kebun Harmoni sekaligus pegiat hidroponik Aceh, Obi, menilai manfaat program ini jauh melampaui hasil panen yang diperoleh masyarakat.
"Yang paling membahagiakan bukan hanya melihat sayuran tumbuh, tetapi melihat warga kembali memiliki semangat untuk berkegiatan bersama. Mereka belajar, saling membantu, dan mulai percaya bahwa mereka mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarganya sendiri. Harapannya, ketika kembali ke rumah masing-masing, ilmu ini tetap mereka bawa dan terus dikembangkan," ujarnya.
Bagi warga Huntara, hasil panen tersebut memberikan manfaat nyata. Sayuran hidroponik membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, sementara ikan lele menjadi sumber protein yang mudah diperoleh. Aktivitas berkebun juga menciptakan rutinitas positif yang mempererat hubungan sosial sekaligus mendukung proses pemulihan psikososial penyintas.
Panen bersama turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Tamiang, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang, Kepala Desa Bundar, serta Kepala Desa Kota. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Aceh Tamiang berharap Program Kebun Harmoni dapat menjadi simbol kebangkitan masyarakat pascabencana. Menurutnya, semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi modal penting untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri.
Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan rumah maupun infrastruktur. Proses tersebut juga mencakup upaya membangun kembali rasa percaya diri, harapan, dan produktivitas masyarakat agar mampu menjalani kehidupan secara mandiri.
Vice President Director PT East West Seed Indonesia (EWINDO), Isak Heryawan, menegaskan bahwa keberhasilan Kebun Harmoni tidak hanya diukur dari jumlah hasil panen, tetapi juga dari tumbuhnya kemampuan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan.
"Di EWINDO, kami percaya bahwa benih bukan hanya awal dari sebuah tanaman, tetapi juga awal dari harapan. Karena itu, kontribusi kami tidak berhenti pada penyediaan benih. Melalui Kebun Harmoni, kami ingin berbagi pengetahuan, mendampingi masyarakat, dan membantu membangun kemampuan agar mereka dapat menghasilkan pangan secara mandiri. Ketika masyarakat mampu menanam, memanen, dan berbagi hasilnya bersama, di situlah ketahanan pangan sekaligus harapan mulai tumbuh," ujar Isak.
Melalui kolaborasi bersama SITH ITB, EWINDO berharap Program Kebun Harmoni dapat menjangkau lebih banyak komunitas terdampak bencana. Program ini diharapkan menjadi contoh bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga pada penguatan kemampuan masyarakat, kebersamaan, serta pembangunan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Editor : Wahab Firmansyah