5 Pesepakbola yang Tampil Luar Biasa usai Mualaf, Nomor 3 Bawa Prancis Juara Dunia
BEKASI, iNewsBekasi.id - Pesepakbola yang menjadi mualaf kembali menarik perhatian setelah Roberto Carlos dikabarkan masuk Islam di Brasil sekitar empat pekan lalu.
Legenda Brasil dan Real Madrid itu disebut mengucapkan syahadat dalam sebuah pertemuan dengan tokoh komunitas Muslim setempat.
Dikutip Daily Sabah, kabar tersebut disampaikan Ali Şahin, anggota parlemen Turki dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party), setelah bertemu sejumlah perwakilan komunitas Muslim Brasil di Sao Paulo.
Menurut Şahin, informasi mengenai kabar masuk Islamnya Roberto Carlos diperoleh dari Sheikh Jihad Hammadeh. Dia merupakan salah satu tokoh komunitas Muslim di Brasil sekaligus wakil presiden dan penasihat keagamaan National Association of Islamic Jurists (ANAJI).
Hammadeh disebut sudah berkomunikasi dengan Roberto Carlos selama beberapa waktu. Dalam pertemuan sekitar empat pekan lalu, mantan pemain Timnas Brasil tersebut diklaim mengucapkan syahadat, yakni pernyataan keimanan dalam Islam.
Şahin kemudian menyampaikan kabar tersebut melalui unggahan di media sosial setelah menghadiri pertemuan dengan Hammadeh dan sejumlah perwakilan organisasi Muslim Brasil di Islamic Charitable Youth League of Brazil, Sao Paulo.
Menariknya, tidak sedikit bintang sepak bola dunia yang justru menampilkan performa terbaik dan merengkuh berbagai trofi bergengsi setelah memeluk Islam. Siapa saja?
Sebelum memeluk Islam pada tahun 2002 jelang pernikahannya, Ribery sempat dikenal sebagai sosok pemain yang cukup bengal dan sulit diatur. Namun, setelah menjadi mualaf, performa dan kedisiplinannya berubah total hingga kariernya melesat tajam menjadi salah satu winger paling menakutkan di dunia bersama Bayern Munich dan Timnas Prancis.
Penyerang legendaris kelahiran Uruguay ini resmi memeluk Islam pada 9 Oktober 2003 usai menikahi wanita asal Indonesia, Eva Nurida Siregar, dan menyandang nama Mustafa Habibi. Setelah menjadi mualaf hingga akhirnya dinaturalisasi, kariernya di Tanah Air meroket tajam dengan menyabet gelar top scorer Liga Indonesia tiga musim beruntun (2005, 2006, dan 2007-2008) serta mempersembahkan trofi juara bagi Persik Kediri pada 2006.
Bintang sepak bola asal Prancis ini mantap mengucap kalimat syahadat saat berusia 20 tahun setelah menemukan ketenangan dari mempelajari ibadah salat. Usai menjadi mualaf, perjalanan kariernya melesat drastis dengan meraih empat gelar juara Liga Italia beruntun bersama Juventus, merengkuh trofi Liga Europa bersama Manchester United, hingga puncaknya sukses membawa Timnas Prancis menjuarai Piala Dunia 2018.
Bomber haus gol asal Prancis ini sudah memeluk agama Islam sejak usia yang sangat muda, yakni 16 tahun, atau setahun sebelum memulai debut profesionalnya bersama PSG.
Meski dikenal sering berganti klub, Anelka mencatatkan karier yang terbilang bergelimang trofi, termasuk meraih gelar Liga Champions 1999-2000 bersama Real Madrid, Liga Inggris 2009-2010 bersama Chelsea, serta Liga Italia 2012-2013 saat membela Juventus.
Mantan bek kiri andalan tim nasional Prancis ini memutuskan menjadi mualaf pada 2007 usai menikahi Heyet Kebir, meski ia menegaskan keputusan tersebut murni lahir dari pencarian pribadinya.
Puncak kejayaannya tercipta saat membela Barcelona, di mana ia menjadi pilar kunci skuad asuhan Pep Guardiola yang sukses memenangi enam gelar bergengsi (sextuple) pada musim 2009-2010.
Editor : Tedy Ahmad