Akses Air Bersih untuk 3.000 Warga Kampung Cigaok Bogor Diperluas
JAKARTA, iNewsBekasi.id – PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia memperluas akses air bersih bagi lebih dari 3.000 warga Kampung Cigaok Tengah, Bogor. Program tersebut merupakan bagian dari Adopt Village yang dijalankan sejak 2025.
Selain akses air bersih dan sanitasi, program tersebut mencakup edukasi kesehatan, literasi keuangan, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
Direktur Manulife Indonesia Apriliani Siregar mengatakan, program ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat menjalani kehidupan yang lebih panjang, lebih sehat, dan lebih sejahtera secara finansial.
Melalui pendekatan terpadu dan keterlibatan aktif masyarakat, Manulife Indonesia tidak hanya mendukung penyediaan fasilitas air bersih dan sanitasi. Masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai kesehatan, lingkungan, serta literasi keuangan.
“Peningkatan kualitas hidup masyarakat membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan dan melibatkan komunitas secara aktif. Kami tidak hanya mendukung penyediaan akses air bersih dan sanitasi, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan untuk merawat fasilitas tersebut," kata Apriliani dalam keterangannya pada Kamis (20/8/2026)
Selain meresmikan perluasan fasilitas air bersih di Kampung Cigaok Tengah, sebanyak 41 relawan yang terdiri dari karyawan dan perwakilan tenaga pemasar Manulife Indonesia turut ambil bagian dalam kegiatan sosial tersebut.
Para relawan memberikan pemeriksaan kesehatan dasar kepada masyarakat, edukasi kesehatan dan finansial, serta berbagai aktivitas edukatif bagi anak-anak.
Anak-anak Kampung Cigaok juga mendapatkan pembelajaran mengenai kesehatan dan finansial serta mengikuti perlombaan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan.
Meski akses terhadap air minum layak di Indonesia terus meningkat, tantangan masih terdapat pada penyediaan air minum yang benar-benar aman dan berkelanjutan.
Data WHO melalui World Bank Open Data menunjukkan bahwa pada 2024 baru sekitar 30% penduduk Indonesia yang menggunakan layanan air minum yang dikelola secara aman.
UNICEF Indonesia juga mencatat hanya 30,45% rumah tangga yang memiliki akses terhadap air minum aman dan 10,30% terhadap sanitasi aman.
Akses air bersih dan sanitasi yang aman menjadi kebutuhan dasar untuk mencegah penyakit, meningkatkan kualitas kesehatan, serta mendukung masyarakat menjalani kehidupan yang lebih sehat dalam jangka panjang.
Sejak dimulai pada Desember 2025, program Adopt Village telah memperluas akses air bersih dan sanitasi bagi warga Kampung Cigaok.
Kini, masyarakat secara swadaya membangun jaringan pipa distribusi untuk mengalirkan air bersih langsung ke rumah-rumah warga.
Langkah tersebut menunjukkan semakin kuatnya rasa memiliki dan kemandirian masyarakat dalam menjaga keberlanjutan fasilitas yang telah dibangun melalui program Adopt Village.
“Perkembangan ini menunjukkan bahwa dampak program tidak berhenti pada pembangunan fasilitas. Ketika masyarakat ikut memiliki, mengembangkan, dan menjaga manfaatnya, di situlah kemandirian komunitas mulai terbentuk,” ujarnya.
Editor : Wahab Firmansyah