Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Film Pramuka Hadirkan Petualangan Keluarga, Sarat Edukatif untuk Generasi Emas Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Film Jangan Menyerah, Ibu bikin Haru di IIBF 2026, Ungkap Perjuangan Menanti Buah Hati

Minggu, 04 Oktober 2026 | 16:12 WIB
  • author tedy ahmad
Film Jangan Menyerah, Ibu bikin Haru di IIBF 2026, Ungkap Perjuangan Menanti Buah Hati
Film Jangan Menyerah, Ibu mengungkap perjuangan mendapatkan buah hati. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsBekasi.id — Perjuangan pasangan dalam menantikan kehadiran buah hati menjadi tema utama film terbaru Hanum Rais berjudul Jangan Menyerah, Ibu. Mengangkat kisah tentang penantian, kegagalan, dan harapan, karya ini mengajak penonton melihat pentingnya dukungan keluarga dalam menghadapi perjalanan memperoleh keturunan.

Kisah ini semakin terasa emosional saat bedah buku dan produksi film Jangan Menyerah, Ibu di Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 pada Sabtu (3/10). Dalam kegiatan tersebut, teaser serta tampilan perdana film diperkenalkan kepada publik untuk pertama kalinya.

Berbeda dari karya Hanum Rais sebelumnya, termasuk 99 Cahaya di Langit Eropa yang mengangkat tema peradaban Islam, film ini berfokus pada drama keluarga dengan pendekatan cerita yang tidak biasa.

Sutradara Rako Prijanto mengatakan filmnya kalu ini menggunakan perspektif ruh yang berada di alam Lauhul Mahfuz untuk menggambarkan ikhtiar calon orang tua dalam mendapatkan keturunan.

“Kita ambil perspektif ruh di alam Lauhul Mahfuz yang bisa melihat dan mendengar apa yang diusahakan dan diikhtiarkan calon kedua orang tua. Inilah yang menjadi keunikan drama keluarga ini,” kata Rako.

Sementara, Dokter Lula Kamal, yang hadir sebagai mantan pejuang dua garis, menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam menjaga harapan di tengah perjuangan memperoleh keturunan.

“Yang digarisbawahi dalam buku dan film Jangan Menyerah, Ibu adalah bagaimana kita selalu mampu memelihara harapan, menghangatkannya, meskipun terkadang harapan dihadapkan kegagalan berulang. Di situlah keluarga berperan,” tutur dia.

Sebelumnya, novel ini dikenal dengan judul I Am Sarahza. Kini, karya tersebut hadir melalui Terra Pustaka dengan judul baru, Jangan Menyerah, Ibu.

“Pergantian judul ini menjadi penanda babak baru perjalanan karya tersebut sekaligus membawa pesannya kepada audiens yang lebih luas,” tutur Ayi Fahrudin selaku produser film dari SinemArt.

Film Jangan Menyerah, Ibu  yang akan  tayang pada akhir 2026 ini di dukung para pemain berkelas, seperti Citra Kirana dan Roy Sungkono sebagai pemeran utama. 

Editor: Tedy Ahmad

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut