Boni Hargens Sebut Kondisi Tetap Aman, Namun Waspadai Angsa Hitam
Di balik klaim bahwa situasi keamanan kondusif, Boni Hargens mengidentifikasi kombinasi tiga faktor risiko yang berpotensi mengubah demonstrasi yang semula bersifat normatif menjadi situasi yang kompleks dan problematis bagi keamanan nasional.
Pertama, rumor yang beredar. Informasi yang tidak terverifikasi dan beredar luas di ruang publik, terutama di media sosial, dapat membentuk persepsi ancaman yang berlebihan dan memicu reaksi berantai di kalangan masyarakat maupun para peserta demonstrasi.
Kedua, faktor ketakutan masyarakat. Ketika masyarakat terlanjur merasa takut, perilaku kolektif berubah secara signifikan.
Kepanikan publik dapat memperparah eskalasi situasi di lapangan, bahkan tanpa provokasi nyata dari pihak mana pun. Ketiga, potensi adanya penumpang gelap (free-riders).
Pihak-pihak yang memanfaatkan momentum demonstrasi untuk kepentingan di luar agenda resmi pengunjuk rasa menjadi ancaman yang paling tidak terduga. Kehadiran mereka berpotensi memicu insiden yang mencoreng aksi dan mempersulit upaya pengendalian keamanan.
"Demonstrasi itu sendiri bisa berjalan secara normatif, namun kombinasi rumor, ketakutan masyarakat, dan kehadiran penumpang gelap dapat mengubah situasi menjadi ancaman nyata bagi keamanan nasional," ujar Boni.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar