Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mutasi Besar Kejaksaan, Diana Wahyu Widiyanti Jabat Kajari Kota Bekasi Gantikan Sulvia Triana
Advertisement . Scroll to see content

Mahasiswa Geruduk DPRD Kota Bekasi, Desak Pansus Usut Dugaan Anggaran Bermasalah

Rabu, 16 September 2026 | 16:37 WIB
  • author Wahab Firmansyah
Mahasiswa Geruduk DPRD Kota Bekasi, Desak Pansus Usut Dugaan Anggaran Bermasalah
DPRD Kota Bekasi merespons tuntutan mahasiswa soal pembentukan Pansus dugaan pelanggaran anggaran. Foto/Istimewa

BEKASI, iNewsBekasi.id- DPRD Kota Bekasi merespons tuntutan Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI) yang mendesak pembentukan panitia khusus (Pansus) untuk menelusuri dugaan pelanggaran dalam pengelolaan anggaran di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Tuntutan tersebut disampaikan AMI saat menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kota Bekasi, Rabu (16/9/2026). Mahasiswa meminta DPRD menindaklanjuti sejumlah dugaan pelanggaran anggaran yang mereka soroti.

Ketua Asosiasi Mahasiswa Indonesia, Umar S, dalam aksinya menuding adanya dugaan manipulasi anggaran yang dilakukan Wali Kota Bekasi. Ia meminta dugaan tersebut diproses secara hukum apabila nantinya ditemukan unsur pidana.

"Wali Kota Bekasi diduga melakukan manipulasi anggaran. Ini bisa masuk ke dalam pidana, karena pejabat publik melakukan tindakan pidana," kata Umar pada Rabu (16/9/2026).

Selain itu, AMI menyoroti dugaan penyimpangan dalam pengadaan ambulans dan mobil jenazah pada 2022–2023. Umar menyebut nilai yang dipersoalkan dalam pengadaan tersebut mencapai Rp5,4 miliar.

Sebelumnya, AMI juga telah menyampaikan aspirasi dan dokumen terkait dugaan pengadaan kendaraan Dinas Kesehatan Kota Bekasi kepada DPRD. Dalam keterangannya, AMI menyebut pengadaan tersebut mencakup 55 unit kendaraan dan memperkirakan indikasi kerugian sekitar Rp5,4 miliar. DPRD menyatakan dugaan tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut.

Menurut Umar, DPRD Kota Bekasi perlu mengambil langkah lebih lanjut karena masih terdapat sejumlah temuan dugaan pelanggaran yang dinilai belum terselesaikan.

"Kami meminta Ketua DPRD Kota Bekasi agar segera membentuk Pansus. Karena banyak temuan-temuan pelanggaran yang belum bisa diatasi oleh DPRD Kota Bekasi," ujarnya.

Umar juga mempertanyakan sikap DPRD apabila tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti. Ia menduga ada kepentingan tertentu di balik belum diprosesnya sejumlah persoalan yang mereka sampaikan.

"Kalau Ketua DPRD tidak mengambil sikap, kami menduga ada permainan di belakang layar," katanya.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut