get app
inews
Aa Text
Read Next : Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Survei LSI Ungkap 78,7% Masyarakat Percaya Prabowo-Gibran

Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, PLN Siap Kejar Swasembada Energi Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:49 WIB
header img
Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dan Dirut PLN, Darmawan Prasodjo saat mendengarkan pemaparan Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi dalam acara Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali. Foto/Istimewa

JAKARTA, iNewsBekasi.id- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sekaligus melakukan groundbreaking sejumlah proyek yang diharapkan menjadi akselerator pengembangan energi baru terbarukan (EBT) nasional.

Peluncuran program tersebut berlangsung di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026). Pada tahap awal, pemerintah mengembangkan 14 proyek PLTS dengan total kapasitas mencapai 5.300 megawatt peak (MWp) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Program PLTS 100 GWp menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya swasembada energi dan hilirisasi melalui pemanfaatan sumber energi baru terbarukan.

Prabowo mengatakan, pengembangan energi surya merupakan langkah strategis untuk mempercepat terwujudnya kemandirian dan swasembada energi nasional.

Menurut Prabowo, potensi energi terbarukan di Indonesia harus dimanfaatkan secara masif agar kebutuhan energi nasional dapat dipenuhi dari sumber daya domestik sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Hari ini adalah hari yang penting, kita launching listrik dari tenaga surya 100 GW untuk bangsa Indonesia. (Dengan Program PLTS 100 GW), kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri," tegas Prabowo.

Sebagai tahap awal, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS. Salah satunya adalah PLTS Gilimanuk yang menjadi lokasi peluncuran program nasional tersebut.

Sementara itu, PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung telah selesai dibangun dan mulai beroperasi.

Delapan Skenario Pengembangan PLTS 100 GWp

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, program PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk mencari terobosan dalam mempercepat kedaulatan energi nasional.

Pengembangan energi surya akan memanfaatkan potensi sumber daya di berbagai wilayah Indonesia melalui sejumlah skenario, mulai dari PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga PLTS untuk kawasan industri dan kegiatan produktif.

"Hari ini kita mengambil satu langkah besar untuk mewujudkan apa yang selalu Bapak Presiden arahkan kepada kami, yaitu swasembada dan kedaulatan energi nasional. Indonesia adalah negara yang diberikan Tuhan sumber daya yang luar biasa. Sumber daya yang bukan hanya kita gali di bawah kaki kita, tapi juga di atas kepala kita," ujar Bahlil.

Bahlil menjelaskan, Program PLTS 100 GWp akan dikembangkan melalui delapan skenario utama, yakni: Eliminasi PLTU sebesar 12,48 GWp.

Pembangunan PLTS skala besar melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sebesar 30,97 GWp. PLTS terapung sebesar 10,72 GWp. PLTS atap sebesar 9,35 GWp.

Selanjutnya, PLTS 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) sebesar 0,50 GWp. PLTS off-grid untuk kegiatan produktif sebesar 4,36 GWp. PLTS nonatap untuk kawasan industri sebesar 7,49 GWp.

Demand creation melalui hilirisasi, kendaraan listrik, kompor induksi, dan kebutuhan lainnya sebesar 24,13 GWp.

Bahlil menyebut, jika seluruh skenario tersebut dapat direalisasikan, program PLTS 100 GWp berpotensi menurunkan emisi hingga 140 juta ton CO2 per tahun.

"Kalau ini mampu kita implementasikan semuanya, kita dapat menurunkan emisi sebesar 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon sebesar 6,31 triliun rupiah," ucap Bahlil.

Selain berdampak terhadap sektor energi dan lingkungan, pengembangan PLTS dalam skala besar juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Dari sisi ketenagakerjaan, program tersebut berpotensi menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja. Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 3,465 juta tenaga kerja konstruksi dan 2,053 juta tenaga kerja manufaktur.

Pada tahap awal, proyek-proyek PLTS juga diharapkan memberikan dampak ekonomi melalui potensi penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Aktivitas pembangunan proyek akan menjadi katalisator ekonomi di daerah melalui peningkatan kegiatan konstruksi, manufaktur, serta aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi proyek.

"Total investasi dari proyek ini kurang lebih sekitar 71.3 miliar USD, atau setara dengan Rp1.140 triliun. Dari total pekerjaan ini, kita bisa melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun mencapai Rp73,9 triliun rupiah," jelas Bahlil.

PLN Siap Dukung Program PLTS 100 GWp

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan kesiapan PLN untuk mendukung penuh visi pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita swasembada energi dan hilirisasi nasional.

PLN berkomitmen mempercepat Program PLTS 100 GWp melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Selain itu, PLN akan memastikan kesiapan sistem kelistrikan, infrastruktur pendukung, serta pengembangan proyek PLTS agar dapat berjalan secara optimal.

"PLN siap melaksanakan penugasan Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp. Sebagai bagian dari ekosistem kelistrikan nasional, PLN akan all out agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan. Ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendukung terwujudnya swasembada energi melalui pemanfaatan energi hijau domestik dan ramah lingkungan,” ujar Darmawan.

Darmawan juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo dan Kementerian ESDM, atas dukungan serta arahan dalam mempercepat pengembangan energi terbarukan.

Menurutnya, keberhasilan Program PLTS 100 GWp membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, PLN, pelaku usaha, industri, hingga masyarakat.

"Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan Pemerintah kepada PLN. PLN siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program ini dapat terlaksana secara optimal. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat membangun ekosistem energi surya yang tidak hanya menghasilkan listrik bersih, tetapi juga memperkuat industri nasional, dan memberikan manfaat ekonomi yang luas,” kata Darmawan.

Bali Akan Dikembangkan 5 Klaster PLTS

Khusus di Bali sebagai lokasi peluncuran Program PLTS 100 GWp, PLN bersama Pemerintah Provinsi Bali akan mengembangkan lima klaster PLTS dengan total kapasitas mencapai 1.000 MWp.

Pengembangan tersebut akan didukung Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 3.300 MWh.

Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem energi bersih di Bali, yang merupakan salah satu destinasi pariwisata utama Indonesia sekaligus wajah Indonesia di mata dunia.

"Dalam kolaborasi ini, kapasitas PLTS yang akan dikembangkan di wilayah Bali mencapai 1.000 MWp, di mana PLTS dengan total kapasitas 300 MWp akan dikembangkan di Klaster Gilimanuk," ujar Darmawan.

Darmawan menambahkan, pengembangan PLTS 100 GWp ke depan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan dan mewujudkan kemandirian energi nasional.

Program tersebut juga diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah Indonesia.

“Transformasi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi menjadi lebih bersih. Lebih dari itu, listrik merupakan fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan. PLN siap menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kemandirian dan swasembada energi," pungkas Darmawan.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut