Preman Pasar Aniaya Pedagang Perempuan, Sahroni Desak Polisi Berantas sampai Petingginya
JAKARTA, iNewsBekasi.id– Aksi penganiayaan terhadap seorang pedagang perempuan di Pasar Griya Bukit Jaya, Gunungputri, Kabupaten Bogor, viral di media sosial. Kasus tersebut mendapat perhatian Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.
Sahroni mendesak polisi bertindak tegas terhadap pelaku dan kelompok preman yang diduga terlibat. Dia meminta aparat tidak hanya menindak pelaku kekerasan, tetapi juga memberantas praktik premanisme di lingkungan pasar.
“Polisi harus tindak tegas pelaku dan para gerombolannya itu, sterilkan pasar dari premanisme. Pemberantasan preman ini harus jadi prioritas karena memang keberadaan mereka sudah sangat mengkhawatirkan," kata Sahroni dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Menurut Sahroni, pelaku kekerasan harus diproses sesuai hukum apabila terbukti melakukan penganiayaan maupun mengganggu keamanan masyarakat. Dia juga meminta polisi mengusut pihak lain yang berada di balik aksi premanisme tersebut.
"Jangan berhenti di pelaku lapangan. Kalau memang ada jaringan atau pihak yang mengendalikan, sikat sampai petinggi-petingginya," ujarnya.
Sahroni menegaskan keberadaan preman tidak boleh membuat masyarakat merasa takut beraktivitas di ruang publik. "Agar mereka tahu bahwa ini negara hukum, tidak bisa mereka semena-mena melanggar hukum,” tuturnya.
Sahroni mengatakan pasar merupakan ruang publik yang menjadi tempat masyarakat mencari nafkah sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, keamanan pedagang dan pengunjung harus menjadi perhatian.
Editor: Wahab Firmansyah