Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bagaimana Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bisa Tutupi Jabodetabek? Warga Diimbau Pakai Masker
Advertisement . Scroll to see content

Jangan Langsung Hidupkan Mesin Mobil usai Kena Abu Vulkanik, Perhatikan Filter Udara

Senin, 07 September 2026 | 09:33 WIB
  • author Dani M Dahwilani
Jangan Langsung Hidupkan Mesin Mobil usai Kena Abu Vulkanik, Perhatikan Filter Udara
Jangan langsung menghidupkan mesin mobil usai terkena abu vulkanik. Foto: AI

BEKASI, iNewsBekasi.id - Jangan langsung menghidupkan mesin mobil usai terkena abu vulkanik. Mobil yang diselimuti abu vulkanik akibat erupsi gunung api harus diperiksa lebih dulu, apakah partikel abu masuk ke sejumlah bagian kendaraan dan berpotensi mengganggu sistem mesin, filter udara hingga komponen lainnya?

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status gunung api tersebut pada Level III atau Siaga. Sebaran abu vulkanik yang terbawa angin juga dapat menjangkau sejumlah wilayah sehingga kendaraan yang berada di kawasan terdampak berpotensi ikut terpapar.

Abu vulkanik berbeda dengan debu biasa. Partikelnya dapat bersifat abrasif sehingga berisiko menggores cat dan kaca mobil. Jika masuk ke sistem asupan udara, abu juga dapat mengganggu kinerja mesin.

Sebab itu, pemilik mobil perlu melakukan pemeriksaan dan pembersihan terlebih dahulu sebelum kembali menggunakan kendaraan.

Ketika mobil tertutup abu vulkanik cukup tebal, jangan langsung menghidupkan mesin, terutama jika abu terlihat menumpuk di sekitar kap mesin dan gril.

Partikel abu yang terhisap melalui sistem asupan udara berpotensi masuk ke filter udara dan bagian mesin. Kondisi tersebut dapat mengganggu proses pembakaran dan dalam kondisi tertentu meningkatkan risiko keausan komponen.

Sebelum menyalakan mesin, bersihkan terlebih dahulu abu yang menempel di bagian luar kendaraan dan periksa kondisi filter udara.

Kesalahan lain yang perlu dihindari adalah langsung mengaktifkan wiper ketika kaca depan masih dipenuhi abu.

Abu vulkanik memiliki partikel yang dapat menggores permukaan kaca. Ketika wiper bergerak di atas kaca yang kering, partikel tersebut dapat bertindak seperti amplas dan menyebabkan baret.

Bersihkan kaca terlebih dahulu menggunakan air sebelum wiper digunakan.

Untuk membersihkan kendaraan, singkirkan terlebih dahulu tumpukan abu pada atap, kaca, kap mesin dan bagasi secara perlahan.

Gunakan kemoceng lembut atau sikat berbulu sangat halus. Hindari menggosok permukaan secara keras dan bolak-balik karena dapat meningkatkan risiko goresan pada cat.

Setelah tumpukan abu terangkat, bilas kendaraan menggunakan air mengalir dengan tekanan rendah. Siram dari bagian atas menuju bagian bawah agar abu ikut terbawa air.

Setelah itu, cuci kendaraan menggunakan shampo khusus mobil dan spons lembut. Bilas hingga bersih kemudian keringkan dengan kain microfiber.

Periksa Filter Udara

Filter udara mesin menjadi salah satu komponen penting yang harus diperiksa setelah kendaraan terpapar abu vulkanik.

Jika filter terlihat sangat kotor atau dipenuhi abu, sebaiknya dilakukan pembersihan atau penggantian sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan.

Filter kabin dan filter AC juga perlu diperiksa. Abu yang masuk ke sistem sirkulasi udara dapat memengaruhi kualitas udara di dalam kabin.

Abu vulkanik juga dapat menempel di kolong mobil, ruang roda, kaki-kaki dan komponen pengereman.

Bilas bagian tersebut secara menyeluruh agar abu tidak mengendap terlalu lama. Endapan abu yang bercampur dengan air dan kelembapan dapat meningkatkan risiko korosi pada sejumlah komponen logam.

Jika mobil terkena abu dalam jumlah banyak atau mesin sudah terlanjur dinyalakan ketika abu masih menumpuk, pemeriksaan di bengkel dapat menjadi langkah yang lebih aman.

Dengan demikian, jangan terburu-buru menggunakan kendaraan setelah hujan abu vulkanik. Pastikan abu sudah dibersihkan dan komponen penting kendaraan telah diperiksa sebelum mesin kembali dihidupkan.

Editor: Tedy Ahmad

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut