Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 6 Bandara Pilihan imbas Abu Vulkanik, Selain Soetta dan Halim yang Sempat Tutup
Advertisement . Scroll to see content

Gunung Anak Krakatau Ternyata Lahir dari Dasar Laut, Begini Sejarah Kemunculannya

Selasa, 08 September 2026 | 09:03 WIB
  • author Reza Fajri
Gunung Anak Krakatau Ternyata Lahir dari Dasar Laut, Begini Sejarah Kemunculannya
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Foto: Instagram/Istimewa

Gunung Anak Krakatau Muncul dari Laut

Tumpukan material vulkanik terus bertambah dan perlahan semakin tinggi. Hingga akhirnya, material tersebut menembus permukaan laut.

Menurut Badan Geologi, tubuh Gunung Anak Krakatau mulai muncul ke permukaan laut pada 1929.

Sejak saat itu, gunung api tersebut terus berada dalam fase konstruksi. Fase ini merupakan proses ketika aktivitas vulkanik terus membangun dan memperbesar tubuh gunung.

Sejumlah catatan sejarah dan literatur geologi kemudian menyebut kemunculan daratan permanen Anak Krakatau berlangsung sekitar 1930.

Perbedaan penyebutan tahun tersebut berkaitan dengan proses kemunculannya yang berlangsung secara bertahap. Anak Krakatau bukan seperti sebuah pulau yang langsung terbentuk melalui satu kali letusan.

Dari proses tersebut, nama Anak Krakatau digunakan untuk menyebut gunung api baru yang tumbuh di dalam kaldera Krakatau.

Setelah muncul di atas permukaan laut, Anak Krakatau tidak berhenti tumbuh. Aktivitas erupsi yang berlangsung berulang kali membuat tubuh gunung terus bertambah tinggi dan volumenya semakin besar.

Penelitian yang diterbitkan dalam Indonesian Journal of Geology menyebut Anak Krakatau tumbuh dengan cepat sejak kemunculannya. Pada periode 1930 hingga 2005, ketinggiannya mencapai sekitar 315 meter dengan rata-rata pertumbuhan sekitar empat meter per tahun.

Anak Krakatau juga telah mengalami aktivitas erupsi cukup sering sejak 1927. Gunung api muda tersebut menjadi contoh nyata bagaimana sebuah gunung dapat terus terbentuk dan berkembang akibat aktivitas magma dari waktu ke waktu.

Proses tersebut membuat Anak Krakatau berbeda dari gunung api yang sejak awal telah terbentuk sebagai gunung besar. Tubuh Anak Krakatau merupakan hasil akumulasi material vulkanik baru di dalam kaldera yang terbentuk akibat letusan Krakatau 1883.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut