5 Madrasah Tertua di Indonesia, Nomor 3 Dekat dari Bekasi

Neneng Zubaidah
Madrasah Adabiah di Padang merupakan salah satu pelopor pendidikan Islam modern di Minangkabau. Foto/Dispusip Kota Padang

BEKASI, iNewsBekasi.id – Sejarah pendidikan Islam di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran madrasah yang mulai berdiri sejak awal abad ke-20. Lembaga pendidikan ini menjadi pelopor dalam mengintegrasikan pelajaran agama dan ilmu umum, sekaligus membuka akses pendidikan bagi masyarakat di masa kolonial.

Sejumlah madrasah bahkan tercatat sebagai yang tertua di Indonesia dan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan sistem pendidikan Islam hingga saat ini. Keberadaan madrasah-madrasah tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan sejarah pendidikan nasional.

Dikutip dari Instagram Pendis Kementerian Agama (Kemenag), berikut ini lima madrasah tertua di Indonesia yang telah mewarnai perkembangan pendidikan Islam di Tanah Air, dikutip Minggu (8/2/2026).

1. Madrasah Adabiah, Padang

Madrasah Adabiah di Padang merupakan salah satu pelopor pendidikan Islam modern di Minangkabau. Lembaga ini didirikan oleh Syekh Abdullah Ahmad pada tahun 1909.

Dalam perjalanannya, Madrasah Adabiah kemudian bertransformasi menjadi Hollands Inlandsche School (HIS) yang dikenal sebagai sekolah rakyat pertama di Minangkabau. Keberadaannya menjadi awal pembaruan sistem pendidikan yang lebih terstruktur dan modern di wilayah tersebut.

2. Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah (MIDI), Yogyakarta

Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah (MIDI) didirikan oleh K.H. Achmad Dahlan pada 1 Desember 1911. Madrasah ini dikenal sebagai “sekolah agama modern” pertama di Indonesia.

MIDI menerapkan sistem pembelajaran yang memadukan pendidikan agama dan ilmu umum dalam satu kurikulum. Pendekatan ini membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak di masa kolonial dan menjadi rujukan bagi madrasah lainnya di Indonesia. Lokasinya pun relatif mudah dijangkau dari wilayah Jabodetabek, termasuk Bekasi.

3. Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyah, Jakarta

Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyah berdiri pada tahun 1914 di Jakarta. Lembaga ini didirikan oleh Syekh Ahmad bin Muhammad As-Surkati Al-Anshary bersama para sahabatnya.

Sejak awal, madrasah ini berfokus pada penguatan tauhid, ibadah, serta amaliah Islam, sekaligus mendorong pembaruan pemikiran pendidikan Islam di Indonesia. Madrasah ini juga menjadi cikal bakal organisasi Al-Irsyad Al-Islamiyah.

4. Madrasah Nahdlatul Wathan (MNW), Surabaya

Madrasah Nahdlatul Wathan berdiri pada tahun 1916 di Surabaya atas prakarsa K.H. Wahab Hasbullah. Sebelum mendirikan madrasah, K.H. Wahab Hasbullah bertemu dengan Mas Mansur, tokoh muda yang baru kembali dari Mesir.

Keduanya kemudian sepakat mendirikan organisasi Jam’iyyah Nahdlatul Wathan guna meningkatkan mutu pendidikan Islam melalui sistem madrasah. Organisasi tersebut memperoleh status legal pada tahun yang sama dan mendirikan madrasah resmi di Surabaya.

5. Madrasah Qudsiyah, Kudus

Madrasah Qudsiyah di Kudus didirikan pada tahun 1919 oleh para ulama terkemuka sebagai respons atas kebutuhan pendidikan Islam yang kuat di masa penjajahan.

Madrasah ini dipimpin oleh K.H.R. Asnawi sebagai kepala sekolah, serta didirikan bersama tokoh-tokoh seperti K.H. Shafwan Duri, K.H. Kamal Hanbali, R.H. Dahlan, dan H. Zaini Asnawi. Keberadaannya menjadikan Madrasah Qudsiyah sebagai salah satu pusat pendidikan Islam penting di Jawa Tengah.

Madrasah-madrasah tersebut menunjukkan bahwa tradisi pendidikan Islam di Indonesia telah berkembang sejak lebih dari satu abad lalu dan terus memberi pengaruh hingga saat ini.

Editor : Wahab Firmansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network