Konsumsi Air Perkotaan Naik, Teknologi IoT Jadi Senjata Baru Atasi Kebocoran

Wahab Firmansyah
Pengelolaan air di Indonesia kian menjadi sorotan di tengah tingginya angka kebocoran distribusi. Foto/Ilustrasi/Istimewa

JAKARTA, iNewsBekasi.id – Pengelolaan air di Indonesia kian menjadi sorotan di tengah tingginya angka kebocoran distribusi dan potensi pemborosan konsumsi. Berdasarkan data Kementerian PUPR, tingkat Non-Revenue Water (NRW) nasional masih berada di kisaran 30%–35% dalam beberapa tahun terakhir.

Artinya, sekitar sepertiga air yang diproduksi belum termanfaatkan secara optimal akibat kebocoran jaringan, pencatatan manual yang tidak akurat, maupun kehilangan teknis lainnya. Kondisi ini menegaskan urgensi sistem monitoring air yang lebih presisi dan real-time.

Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, menegaskan bahwa inovasi berbasis Internet of Things (IoT) menjadi jawaban atas tantangan tersebut. "Pengguna dapat memantau penggunaan harian, mendeteksi lonjakan tidak wajar, hingga menganalisis pola konsumsi secara lebih detail," kata Chipta dalam keterangannya pada Kamis (26/2/2026).

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi air rumah tangga di wilayah perkotaan terus mengalami peningkatan seiring pertumbuhan populasi dan pembangunan kawasan residensial. Tanpa sistem pengawasan yang optimal, risiko kebocoran tersembunyi dan pemborosan air berpotensi membebani biaya operasional.

Melalui layanan IoT Water Meter, PLN Icon Plus menghadirkan sistem monitoring berbasis sensor dan jaringan internet yang mampu mencatat konsumsi air secara otomatis dan terintegrasi dengan dashboard digital.

"Sistem ini memungkinkan integrasi data ke platform digital sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan berbasis data," ujarnya.

Teknologi ini dirancang untuk mendukung kebutuhan rumah tangga, apartemen, kawasan industri, hingga institusi publik dalam mengelola konsumsi air secara transparan dan efisien.

Pemanfaatan IoT Water Meter tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan. Inovasi ini selaras dengan konsep pembangunan kota cerdas (smart city) yang menitikberatkan pada digitalisasi layanan publik.

"Kami terus berkomitmendalam mendorong transformasi digital dan energi hijau keberlanjutan yang berkualitas," ucapnya.

Dengan solusi monitoring real-time, potensi kebocoran dapat dideteksi lebih dini, sehingga membantu menekan angka NRW nasional sekaligus mengoptimalkan distribusi air bersih di berbagai daerah, termasuk kawasan penyangga ibu kota dan wilayah industri seperti Bekasi.

Editor : Wahab Firmansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network