Musim Kemarau Datang Lebih Awal dan Lebih Kering
Berdasarkan data BMKG, sebanyak 325 zona musim atau 46,5 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami awal musim kemarau lebih cepat dari biasanya. Selama periode tersebut, curah hujan berada dalam kategori kering.
"Akumulasi curah hujan pada periode musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia yaitu di 451 zona musim atau 64,5 persen dari seluruh zona musim diprediksi pada kategori bawah normal atau mudahnya lebih kering dari biasanya," katanya.
Kondisi ini berpotensi memengaruhi sektor pertanian, ketersediaan air bersih, hingga risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.
Puncak Kemarau Diprediksi Agustus 2026
BMKG memperkirakan puncak musim kemarau 2026 akan terjadi pada Agustus. Selain itu, durasi kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dibandingkan rata-rata normal.
"Sebagian besar wilayah Indonesia atau di 400 zona musim atau 57,2 persen diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya. Jadi ini perlu dicatat bahwa musim kemarau yang akan kita hadapi di tahun 2026 akan lebih panjang dari normalnya," ucapnya.
BMKG berharap informasi ini menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dan pemangku kebijakan dalam menyiapkan langkah mitigasi dan antisipasi dampak iklim.
“Kami berharap informasi prediksi musim kemarau 2026 ini dapat menjadi panduan umum dalam penetapan perencanaan langkah mitigasi dan antisipasi serta kebijakan jangka panjang bagi berbagai sektro yang terdampak iklim," ujar Teuku.
Dengan prakiraan kemarau lebih panjang dan lebih kering, masyarakat diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
