BEKASI, iNewsBekasi.id- Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Indonesian Hypnosis Centre (IHC) resmi menggelar Pelatihan Sertifikasi Transpersonal Clinical Hypnotherapy yang diikuti oleh 100 peserta pada Sabtu (28/3/2026). Program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pengakuan hipnoterapi sebagai praktik kesehatan mental berbasis sains dan bukti ilmiah.
Pelatihan yang berlangsung di Fakultas Psikologi UGM ini memiliki durasi total 200 jam, dimulai sejak Februari hingga Mei 2026. Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari nota kesepahaman (MoU) antara Rektor UGM, Ova Emilia, dan Direktur IHC, Avifi Arka.
Kolaborasi UGM dan IHC ini juga bertujuan mengubah persepsi publik terhadap hipnoterapi. Selama ini, hipnoterapi kerap dianggap hanya sebagai hiburan dan bahkan dikaitkan dengan stigma negatif hingga tindak kriminal.
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM, Edilburga Wulan Saptandari, menegaskan bahwa program ini telah terintegrasi dengan riset akademik mahasiswa doktoral. Pendekatan tersebut memastikan seluruh proses pelatihan berjalan secara terstandarisasi dan berbasis data ilmiah.
“Program ini menjadi bagian dari disertasi, sehingga seluruh tahapan disusun berbasis data dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ujarnya.
Senada dengan itu, Guru Besar Fakultas Psikologi UGM, Kwartarini Wahyu Yuniarti, menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam praktik hipnosis klinis. Ia menilai hal ini penting untuk menghapus anggapan bahwa hipnoterapi merupakan praktik di luar nalar.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
