Pemerintah juga menyiapkan total 16 embarkasi haji di seluruh Indonesia guna mendukung kelancaran keberangkatan jemaah. Tahun ini terdapat penambahan dua embarkasi baru.
"Jemaah akan diberangkatkan dari 16 embarkasi haji. Ada tambahan dua embarkasi baru yaitu Cipondoh dan Yogyakarta," katanya.
Untuk mempercepat proses keberangkatan, pemerintah menyediakan fasilitas fast track di sejumlah bandara utama. Dengan sistem ini, proses imigrasi Arab Saudi dilakukan lebih awal di Indonesia.
Bandara yang telah dilengkapi fasilitas tersebut antara lain; Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta; Bandar Udara Adi Soemarmo; Bandar Udara Internasional Juanda; dan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin.
Gus Irfan menegaskan, pemerintah menjadikan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Presiden memerintahkan bahwa keselamatan jemaah adalah prioritas utama. Sehingga, semua skenario penyelenggaraan ibadah haji dan mitigasi risiko didasarkan pada prinsip tersebut," katanya.
Fokus pemerintah mencakup tiga aspek utama, yakni keamanan jemaah selama berada di Arab Saudi, keamanan perjalanan dari dan ke Indonesia, serta keamanan logistik selama pelaksanaan ibadah haji.
Untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan, pemerintah juga telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, otoritas bandara, maskapai penerbangan, serta pemerintah Arab Saudi.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
