“Walaupun berasal dari kabupaten dan provinsi yang berbeda, kita bisa saling bertukar pengalaman, pengetahuan, maupun informasi. Sehingga kita bisa mengembangkan kemampuan Linmas di seluruh Indonesia secara terus menerus,” jelasnya.
Sebagai organisasi berbasis pengabdian dan partisipasi masyarakat, Satlinmas dinilai memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Tidak hanya menjaga ketertiban umum, Linmas juga dituntut aktif dalam mendukung berbagai agenda sosial, kebencanaan, hingga pengamanan kegiatan strategis nasional.
Safrizal turut menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur Linmas, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat seperti kebakaran maupun bencana alam. Menurutnya, anggota Linmas perlu dibekali kemampuan dasar penanganan situasi darurat agar mampu bertindak cepat dan tepat di lapangan.
“Mereka harus mampu mengarahkan masyarakat saat evakuasi, memberikan pertolongan pertama, mencegah potensi kebakaran, hingga membantu pemadaman api dalam skala ringan. Selain itu, Linmas juga terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk pengamanan pemilihan umum, serta berperan dalam kesiapsiagaan pertahanan pada kondisi darurat dan situasi tertentu,” ungkapnya.
Ditjen Bina Adwil, lanjut Safrizal, berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan penguatan kelembagaan Satlinmas di seluruh Indonesia agar semakin adaptif terhadap tantangan keamanan dan sosial kemasyarakatan.
“Kita terus berdoa, kita tidak diam, dan kita akan terus melakukan perbaikan di sana sini,” imbuh Safrizal.
Melalui Jambore Linmas perdana 2026, Kemendagri berharap lahir semangat baru untuk memperkuat Satlinmas sebagai pilar penting dalam sistem keamanan berbasis masyarakat. “Kita gelorakan Satlinmas berdaya, Indonesia terjaga,” pungkasnya.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
