Empat Strategi BI untuk Menjaga Stabilitas Rupiah
Untuk mendukung efektivitas kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, Bank Indonesia juga meluncurkan empat paket kebijakan moneter.
1. Menaikkan Imbal Hasil SRBI
BI meningkatkan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada seluruh tenor, mulai dari 6 bulan, 9 bulan, hingga 12 bulan. Langkah ini dilakukan agar instrumen investasi domestik tetap kompetitif dibandingkan negara lain di kawasan.
2. Insentif Hedging Swap bagi Investor Asing
Bank Indonesia memberikan insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) sebesar 10 persen bagi investor asing. Kebijakan ini bertujuan mengurangi biaya investasi dan meningkatkan minat penanaman modal di Indonesia.
3. Membuka Kembali Lelang Repo
Untuk menjaga kecukupan likuiditas perbankan, BI kembali membuka lelang instrumen repurchase agreement (repo) dengan tenor 3, 6, 9, hingga 12 bulan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga pertumbuhan Uang Primer (M0) tetap berada di atas 10 persen.
4. Intensifikasi Operasi Pasar
Bank Indonesia meningkatkan frekuensi lelang SRBI menjadi dua kali dalam sepekan. Sementara di pasar valuta asing, intervensi dilakukan secara berlapis melalui pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan instrumen NDF di pasar internasional.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
