“Saya apresiasi polisi yang gercep mengamankan pelaku sok jagoan ini. Tapi saya juga berharap jangan sampai masyarakat merasa harus memviralkan dulu sebuah kejadian baru kemudian mendapat keadilan. Setiap laporan kekerasan di jalan harus direspons cepat. Karena kalau tindakan arogan seperti ini dibiarkan, ini merupakan bibit yang lama-lama tumbuh menjadi budaya premanisme brutal. Bahkan bisa berujung kepada tindakan kriminal lainnya, karena pelaku sudah terbiasa mengintimidasi orang lain,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Menurut Sahroni, aparat penegak hukum perlu memastikan setiap tindakan kekerasan di jalan ditangani secara cepat dan tegas agar tidak menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa sikap arogan dan merasa paling berkuasa di jalan merupakan perilaku yang harus dilawan karena dapat berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih serius.
“Yang harus kita lawan itu mentalitas merasa paling berkuasa di jalan. Hari ini memukul orang, besok bisa saja mengancam dengan senjata atau melakukan tindakan kejahatan yang lebih ekstrem. Karena itu pelaku harus diproses sesuai hukum agar juga memberi efek jera bagi yang lain,” ucap Sahroni.
Sahroni berharap proses hukum terhadap pelaku berjalan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak melakukan aksi kekerasan maupun intimidasi di jalan raya.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
