"Kita akan melihat, saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan. Karena kita teman-teman tahu kan bahwa kadang-kadang harga ICP hari ini naik, besok turun. Nggak sampai 2 hari naik lagi," katanya.
Bahlil menegaskan, pemerintah ingin memastikan penyesuaian harga BBM nonsubsidi tidak merugikan masyarakat maupun pelaku usaha di sektor energi. Menurutnya, kebijakan tersebut harus tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlangsungan bisnis penyedia BBM.
"Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna khususnya yang non-subsidi, ini kan totalnya 20%. Ini saudara-saudara kita yang mampu. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan," ucap Bahlil.
Dengan adanya sinyal tersebut, masyarakat pengguna BBM nonsubsidi kini menantikan keputusan resmi pemerintah terkait kemungkinan turunnya harga Pertamax dan produk BBM nonsubsidi lainnya dalam waktu dekat.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
