JAKARTA, iNewsBekasi.id – Pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan penanganan pascagempa, termasuk distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.
Hingga Sabtu (15/8/2026) malam, pemerintah telah mengirimkan total 27 ton logistik ke sejumlah wilayah terdampak gempa di NTT.
“Ini adalah kloter terakhir penerbangan hari Sabtu. Dari total 27 ton logistik sudah terkirim ke NTT dengan berbagai kloter penerbangan Hercules di hari itu juga,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Minggu (16/8/2026).
Teddy mengatakan, Presiden Prabowo terus mendorong koordinasi lintas sektor agar penanganan pascagempa dapat berlangsung cepat dan tepat sasaran.
Prabowo juga telah memerintahkan sejumlah pejabat terkait untuk melihat secara langsung kondisi wilayah yang terdampak gempa di NTT.
“Presiden Prabowo juga telah memerintahkan Menko PMK, Mendagri, Menteri PU, Kepala BNPB, dan Kepala Basarnas serta Wamen Kesehatan dan Wamen Sosial beserta unsur PLN, Pertamina, dan Telkom untuk langsung terbang ke NTT pada hari kejadian untuk sesegera mungkin memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Selain distribusi bantuan, pemerintah mengerahkan personel TNI dan Polri untuk mendukung proses evakuasi serta pemulihan di wilayah terdampak.
“Selain itu, langsung di hari kejadian, TNI Polri telah mengerahkan lebih dari 3.500 prajurit TNI-Polri ke berbagai daerah di Flores pada hari Sabtu, disebar ke Manggarai, Maumere, Flores, dan daerah terdampak lainnya di NTT,” ucap dia.
47 Orang Meninggal Akibat Gempa M7,7 NTT
Berdasarkan laporan sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (15/8/2026) pukul 18.48 WIB, sebanyak 47 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah NTT.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan korban tersebar di sejumlah kabupaten.
"Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang," ujar Berton dalam keterangan tertulisnya.
Selain korban jiwa, gempa NTT juga menyebabkan kerusakan pada ratusan rumah warga.
BNPB mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan akibat gempa.
Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas umum. Sebanyak 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, enam kantor, serta sejumlah fasilitas umum lainnya dilaporkan mengalami kerusakan.
Pemerintah bersama TNI, Polri, BNPB, Basarnas, dan sejumlah kementerian serta lembaga terkait terus melakukan penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak gempa NTT.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
