Dia menuturkan, Summit ini juga akan menghadirkan lebih dari 300 pembicara ahli dari perusahaan utilitas terkemuka, pemerintahan, perusahaan teknologi, dan organisasi internasional.
Negara-negara di kawasan kini harus menyeimbangkan peningkatan kebutuhan listrik dengan target dekarbonisasi yang ambisius, sekaligus memperkuat ketahanan energi dan sistem ketenagalistrikan.
"Enlit Asia dan MKI Electricity Connect menjadi wadah bagi pembuat kebijakan, perusahaan utilitas, investor, dan inovator teknologi untuk bertukar pengetahuan, membangun kemitraan, dan mendorong solusi nyata yang akan membentuk masa depan energi di ASEAN,” ujarnyanya.
Sekretaris Jenderal Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), Arsyadany Ghana Akmalaputri mengungkapkan, sebagai organisasi yang mewakili industri ketenagalistrikan Indonesia, MKI meyakini bahwa penguatan ketahanan energi membutuhkan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, perusahaan utilitas, investor, penyedia teknologi, dan pengguna energi dari sektor industri.
"Kami menghadirkan platform yang tidak hanya mendukung target transisi energi Indonesia, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ekosistem energi ASEAN yang lebih kuat, terhubung, dan tangguh,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan, Electricity Connect 2026 bersama Enlit Asia merupakan momentum strategis bagi pemerintah, PLN, pelaku industri, akademisi, dan investor untuk bersama-sama membentuk masa depan energi Indonesia.
"Forum ini menjadi kesempatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk membahas percepatan transisi energi, digitalisasi sistem ketenagalistrikan, kesiapan pasokan listrik untuk mendukung pengembangan infrastruktur data center, serta pengembangan energi nuklir dalam rangka memperkuat kedaulatan energi nasional,” jelasnya.
Dalam ajang ini, pengunjung juga memiliki kesempatan mengikuti sesi business matching, terhubung langsung dengan para pengambil keputusan senior, serta membangun kemitraan baru dengan perusahaan utilitas, Independent Power Producer (IPP), pengembang energi terbarukan, perusahaan EPC, pengguna energi industri, instansi pemerintah, dan penyedia teknologi dari berbagai negara di Asia.
Pengunjung dapat melihat dan mengevaluasi teknologi terkini, memperoleh wawasan langsung dari para pemimpin industri, serta memperluas jaringan profesional.
Sementara itu, peserta pameran mendapatkan akses langsung ke salah satu pasar ketenagalistrikan dan energi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, sekaligus menjangkau audiens yang relevan, termasuk pembeli dan pengambil keputusan.
Sejumlah tokoh pemerintah dan organisasi internasional juga dijadwalkan hadir, antara Menteri Komidigi, Abdul Malik Sadat Idris (Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas), dan Harris Yahya (Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi/EBTKE).
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
