BEKASI, iNewsBekasi.id - Sebuah video di media sosial mendadak viral usai memperlihatkan keributan sengit di kawasan mal wilayah Bekasi Utara, Jawa Barat, pada Senin (7/9/2026). Peristiwa yang diwarnai aksi cekcok hingga saling dorong antar-sejumlah orang tersebut sempat membuat para pengunjung panik dan heboh.
Berdasarkan unggahan akun Instagram @bekasi.kita, warga dan pengunjung yang berada di lokasi awalnya dibuat kebingungan dengan penyebab terjadinya perkelahian tersebut.
“Sejumlah warga yang berada di lokasi mengaku tidak mengetahui pasti penyebab keributan tersebut. Saat ditanya, beberapa orang juga mengaku tidak mengetahui persoalan yang terjadi,” tulis keterangan dalam akun tersebut, Selasa (8/9/2026).
Mendapat laporan insiden sekitar pukul 22.20 WIB, Kapolsek Bekasi Utara AKP Tono Listianto langsung menerjunkan jajarannya ke lokasi untuk mengamankan situasi.
“Setibanya di TKP, Timsus melerai kedua belah pihak dan mengamankan orang-orang diduga terlibat dalam perkelahian yang kemudian dibawa ke ruang mediasi untuk diminta keterangannya serta mendata,” kata Tono dalam keterangannya.
Usai dimintai keterangan, terungkap bahwa keributan dipicu oleh aksi catcalling antar-pekerja pameran. Pihak pertama berinisial AS, seorang SPG pameran air kemasan, merasa risih dan tidak terima karena terus-menerus digoda oleh A, seorang SPB dari booth pameran merek lain.
“Perkelahian antara pekerja booth dengan pekerja tenan disebabkan karena pihak kesatu (AS) tidak suka dan merasa tidak nyaman atas tindakan pihak kedua (A) yang selalu menggoda pihak kesatu,” ujar Tono.
Polisi kemudian memediasi kedua belah pihak bersama manajemen mal. Keributan tersebut akhirnya berakhir damai secara kekeluargaan setelah dibuatkan kesepakatan tertulis di atas meterai.
“Pihak Tenant toro - toro berjanji tidak akan menggoda pekerja pameran. Apabila ada karyawan yang melanggar kesepakatan bersedia di mutasi keluar area. Pihak terkait berjanji apabila ada karyawan yang melanggar kesepakatan bersedia di mutasi keluar area SMB,” jelasnya.
Proses mediasi resmi ditutup setelah situasi dipastikan kembali terkendali.
“Pukul 02.00 WIB mediasi selesai dan situasi aman kondusif,” tutur dia.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
