JAKARTA, iNewsBekasi.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali membuka Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru pada 2026. Program ini memberikan kesempatan kepada puluhan ribu guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana atau diploma empat.
Melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kemendikdasmen memfasilitasi 32.828 guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S-1/D-4 pada 2026.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Nunuk Suryani mengatakan peningkatan kualitas guru menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat.
“Bangsa yang maju ditentukan oleh seberapa baik kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pendidikan merupakan kunci penting dalam membangun manusia Indonesia, terutama ditentukan dengan kualitas gurunya,” katanya melalui siaran pers, Selasa (8/9/2026).
Program beasiswa guru S1/D4 tersebut dibuka melalui kerja sama Kemendikdasmen dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Kemitraan ini diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru Gelombang 3.
Nunuk menegaskan kesempatan memperoleh kualifikasi akademik harus terbuka bagi seluruh guru, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Kualifikasi bukanlah mimpi. Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Mendikdasmen membuka kesempatan bagi guru-guru yang memiliki keterbatasan untuk bisa belajar di perguruan tinggi,” tegasnya.
Program tersebut dirancang agar guru tidak perlu meninggalkan tugas utamanya di sekolah selama mengikuti perkuliahan. LPTK penyelenggara menyediakan skema perkuliahan yang fleksibel sehingga guru tetap dapat mengajar sekaligus melanjutkan pendidikan.
Pada Gelombang 3 tahun 2026, tercatat 45.660 guru mendaftar, sedangkan sebanyak 32.828 guru difasilitasi untuk mengikuti program.
Peserta program terdiri dari: 25.936 guru dan pendidik PAUD; 3.278 guru SD; 3.391 guru mata pelajaran jenjang SMP, SMA, dan SMK; serta
223 guru SLB.
Program ini melibatkan total 127 LPTK, termasuk 35 LPTK yang baru bergabung untuk mendukung pemenuhan kualifikasi akademik guru pada 2026.
Nunuk mengatakan kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan bentuk gotong royong untuk menjawab tantangan peningkatan kualitas guru di Indonesia.
“Perjanjian kerja sama yang dilakukan bersama Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan merupakan salah satu bentuk gotong royong dalam memajukan pendidikan. Dengan semangat kolaboratif dan bersinergi, bergerak bersama memajukan pendidikan melalui peningkatan kualitas guru,” katanya.
Pemenuhan kualifikasi S-1/D-4 juga menjadi salah satu langkah bagi guru untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu dan memperoleh sertifikasi pendidik.
Pada 2026, sebanyak 8.900 guru ditargetkan menyelesaikan Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik Gelombang 1 melalui skema afirmasi untuk kemudian melanjutkan ke program PPG.
Nunuk mengingatkan keberhasilan program peningkatan kualifikasi guru tidak hanya diukur dari diperolehnya ijazah. Lebih dari itu, program harus berdampak terhadap kualitas pembelajaran yang diterima murid di sekolah.
“Program ini bukan hanya memenuhi tuntutan regulasi, tetapi lebih jauh mendukung upaya dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Tak hanya kualifikasi yang terpenuhi, namun juga meningkatnya kompetensi guru dalam melaksanakan proses belajar dan mengajar di kelas,” pesannya.
Bagi guru di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, program peningkatan kualifikasi akademik ini juga menjadi peluang untuk meningkatkan kompetensi dan jenjang pendidikan tanpa harus meninggalkan tugas mengajar di sekolah.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
