Purbaya Dicopot, Tenaga Ahli Bakom Analogikan Mbappe Cetak Gol Lalu Diganti: Gak Masalah

Felldy Aslya Utama
Tenaga Ahli Bakom Fithra Faisal buka suara terkait pencopotan Purbaya. Foto: iNewsTV

JAKARTA, iNewsBekasi.id - Tenaga Ahli Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Fithra Faisal buka suara terkait kabar pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) akibat tidak mampu memenuhi ekspektasi Presiden Prabowo Subianto. 

Fithra mengatakan pencopotan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan masalah kinerja maupun kegagalan mencapai target ekonomi. Dia mengibaratkan situasi tersebut seperti seorang bintang sepak bola yang ditarik keluar oleh pelatih sesaat setelah mencetak gol.

"Bayangkan dalam sebuah pertandingan sepak bola, Kylian Mbappe mencetak dua gol, dan ketika dia sedang merayakan gol, tiba-tiba (pelatih) Mourinho langsung memanggilnya untuk melakukan pergantian pemain. Itu yang juga terjadi dengan Pak Purbaya, tidak ada masalah. Beliau adalah pencetak gol ulung," kata Fithra dalam program Interupsi bertajuk 'Reshuffle Purbaya, Ada Apa?' di iNews, Kamis (17/9/2026).

Sebagai bukti, Fithra memaparkan sejumlah data pencapaian makroekonomi yang menurutnya menunjukkan kinerja ekonomi di bawah kepemimpinan Purbaya tidak bermasalah. Dia menyebut pertumbuhan ekonomi nasional berada di jalur positif.

"Kalau kita lihat bagaimana pertumbuhan ekonomi kita di kuartal I sebesar 5,61 persen, kuartal II sebesar 5,29 persen, dan secara rata-rata semester I mencapai 5,45 persen. Itu sudah di atas rata-rata 10 tahun terakhir," tuturnya.

Dia menambahkan, jika merujuk pada rentang 2014 hingga 2024 dengan mengecualikan masa pandemi, rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,07 persen. Dari indikator tersebut, kata Fithra, Purbaya telah menorehkan "gol" yang signifikan bagi perekonomian negara.

Dari sisi fiskal, Fithra juga memastikan tidak ada persoalan mendasar. Berdasarkan laporan semester I APBN, pendapatan negara atau revenue tercatat mencapai Rp1.459 triliun atau tumbuh 21,4 persen secara year-on-year (yoy).

Sementara itu, belanja negara tercatat sebesar Rp1.656 triliun dengan pertumbuhan 17,8 persen secara yoy. Kapasitas fiskal tersebut, lanjut Fithra, bahkan diakui dan dicatat oleh lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings.

Fithra menjelaskan perombakan di tengah jalan merupakan kebutuhan strategi tim dan sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto selaku "pelatih" di kabinet.

Dia menyebut arah kebijakan pemerintah saat ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga merujuk pada patron ekonomi Prof. Soemitro Djojohadikusumo yang ditekankan Presiden. Fokus tersebut mencakup tiga pilar utama, yakni pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan stabilitas nasional.

"Kita harus melihat bagaimana kebutuhan tim. Itu adalah hak prerogatif Presiden dalam konteks kabinet, melihat kebutuhan timnya agar butuh lebih seimbang dari sisi ini, sehingga kita bisa mempertahankan keunggulan," kata Fithra.

Menanggapi sorotan publik terkait waktu pencopotan yang dilakukan secara mendadak saat Purbaya masih aktif bekerja, Fithra menegaskan dinamika perombakan kabinet dapat terjadi kapan saja sesuai diskresi Kepala Negara.

"Sekali lagi, kalau kita bicara mengenai hak prerogatif Presiden, itu bisa dilakukan kapan saja. Sebagaimana tadi analoginya, ketika seorang pemain sedang merayakan gol dan dia diganti, ya kenapa? Karena memang dibutuhkan untuk pergantian strategi permainan tersebut," ucap dia.

Editor : Tedy Ahmad

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network