BEKASI, iNewsBekasi.id - Sebanyak 222 personel PLN dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta dikerahkan untuk melakukan pemeliharaan jaringan listrik di 304 titik di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Ratusan personel tersebut tergabung dalam 30 tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PLN. Pemeliharaan dilakukan tanpa menghentikan aliran listrik pada jaringan yang sedang ditangani sehingga aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan selama pekerjaan berlangsung.
General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin mengatakan, melalui metode PDKB Sentuh Langsung, petugas dapat bekerja pada jaringan yang masih bertegangan dengan kompetensi khusus dan penerapan prosedur keselamatan yang ketat.
Metode tersebut memungkinkan PLN melakukan pemeliharaan jaringan dalam skala besar sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap pelanggan.
"Bagi masyarakat, manfaatnya dirasakan dalam aktivitas sehari-hari. Rumah tangga tetap dapat menggunakan listrik, kegiatan usaha dapat terus beroperasi, sementara aktivitas ekonomi dan pelayanan publik yang membutuhkan pasokan listrik dapat tetap berlangsung selama pekerjaan dilakukan," kata Joharifin dalam keterangannya pada Jumat (25/9/2026).
Menurut Joharifin, kegiatan Bakti PDKB menjadi salah satu wujud komitmen PLN dalam menjaga keandalan jaringan listrik dengan tetap mengedepankan kepentingan pelanggan.
“Di balik listrik yang terus menyala, ada pekerjaan pemeliharaan yang harus dilakukan untuk memastikan jaringan tetap andal. Melalui PDKB, kami dapat melakukan pekerjaan tersebut tanpa harus selalu menghentikan aliran listrik. Jaringan tetap kami rawat, sementara masyarakat tetap dapat beraktivitas dan produktivitas pelanggan tetap terjaga,” ujarnya.
PLN Selamatkan Potensi Energi 1,02 Juta kWh
Dampak pelaksanaan Bakti PDKB juga terlihat dari besarnya energi listrik yang tetap dapat disalurkan kepada pelanggan selama pekerjaan pemeliharaan berlangsung.
"Dari pelaksanaan pemeliharaan serentak ini, PLN memperkirakan dapat menyelamatkan potensi energi tidak tersalurkan sebesar 1.022.055 kilowatt hour (kWh) atau senilai sekitar Rp1,038 miliar," ungkapnya.
Capaian tersebut menunjukkan peran PDKB dalam memenuhi dua kebutuhan sekaligus, yakni memastikan jaringan listrik mendapatkan pemeliharaan yang diperlukan dan menjaga agar listrik tetap dapat digunakan pelanggan selama pekerjaan memungkinkan dilakukan dalam kondisi bertegangan.
“Bagi kami, kontribusi PDKB bukan hanya dilihat dari berapa banyak titik jaringan yang berhasil ditangani. Yang lebih penting adalah bagaimana pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi pelanggan. Ketika pemeliharaan dapat dilakukan tanpa penghentian pasokan, masyarakat tetap bisa belajar, bekerja, menjalankan usaha, dan memperoleh pelayanan publik dengan dukungan listrik,” tuturnya.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
