Merasa situasi tidak aman, Dwi memilih tidak meladeni kedua pengamen tersebut. Dia kemudian menghentikan mobilnya di sebuah minimarket dan menghubungi layanan darurat kepolisian 110 untuk meminta bantuan.
Dwi mengaku menunggu kedatangan polisi selama sekitar 10 menit di dalam mobil. Namun, sebelum petugas datang, pengamen perempuan tersebut tiba-tiba meninggalkan lokasi.
"10 menit saya diam di mobil sambil menunggu polisi. Dan pengamen cewek itu tiba-tiba saja langsung pergi sambil mengancam akan mengingat mobilnya," katanya.
Dwi menduga kedua pengamen tersebut sengaja menggunakan modus pura-pura tertabrak untuk menjerat pengendara mobil dan melakukan penipuan.
Dia pun mengingatkan masyarakat, khususnya para pengendara kendaraan bermotor di wilayah Bekasi, agar lebih waspada apabila mengalami kejadian serupa.
Pengendara diimbau tidak terburu-buru keluar dari kendaraan ketika menghadapi situasi mencurigakan. Jika merasa terancam atau menjadi sasaran dugaan pemerasan, masyarakat dapat meminta bantuan kepolisian melalui layanan 110.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
