Kisah Wanita Cantik Mantap Jadi Mualaf Usai Membaca Satu Ayat di Kitab Agamanya Dulu

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis
.
Rabu, 14 September 2022 | 07:00 WIB
Kisah Mualaf Cantik Claudia Gegara Satu Ayat di kitab Agamanya Dulu. (Foto: YouTube Rukun Indonesia)

JAKARTA, iNewsBekasi.id - Inilah kisah Claudia, wanita cantik ibu rumah tangga yang mantap menjadi mualaf setelah membaca satu ayam di kitab agamanya dulu.

Awalnya, Claudia pun masuk Islam hanya untuk menikah dengan suaminya. Walau berstatus sebagai Muslimah, dia tidak pernah menjalani ajaran-ajaran agama Islam, justru makin rajin membaca kitab agamanya dulu.

Hingga suatu pagi Claudia menyadari ada satu ayat di kitab agamanya dulu yang terus-menerus muncul di setiap doa paginya.

"Saat bulan puasa, tiba-tiba saya baca kitab, kok setiap doa pagi itu terus ayat itu lagi ayat itu lagi, 'Kalau wanita yang ingin berdoa itu harus bertudung.' Oh, ini maksudnya orang-orang yang pada sholat, pakai mukena," ucap Claudia dalam kanal YouTube Rukun Indonesia.

Berangkat dari ayat itu, Claudia mulai mempelajari ajaran agama Islam. Entah mengapa di sela-sela mendalami ilmu agama Islam, hatinya merasa tersentuh, bahkan ia sampai menangis tersedu-sedu tanpa alasan.

"Pas mau magrib saya benar-benar disentil sama Allah Subhanahu wa ta'ala. Saya nangis, enggak tahu kenapa. Saya minta ampun sama Allah Ta'ala. Nangisnya benar-benar menjadi, kayak kita kehilangan orang yang disayang atau benda hilang," ungkapnya.

Claudia pun berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala untuk dipermudah mendalami ilmu agama Islam. Tidak disangka, doanya itu dikabulkan. Dua hari setelah berdoa, ia mendapat pesan berupa link YouTube Mualaf Center Indonesia yang bisa membimbingnya untuk menjadi mualaf sesungguhnya.

"Saya buka, saya dapat kontaknya, tanggal 21 saya ke Bandung, tanggal 22 langsung jadi mualaf. Itu memang Allah mudahkan. Biasanya mualaf itu harus nunggu seminggu karena ada pembinaan dulu," ujarnya.

"Semuanya Allah Subhanahu wa ta'ala mudahkan. Sampai pulang juga itu KTP diganti cuma pakai kertas mualaf doang, biasanya kan harus ke RT dan RW," lanjutnya.

Halaman : 1 2 3
Bagikan Artikel Ini